Sekda: Ini Tantangan Wujudkan Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah

  • Oleh Budi Yulianto
  • 31 Agustus 2019 - 17:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya untuk memantapkan ketahanan pangan di Bumi Tambun Bungai. Namun, kata Sekda Fahrizal Fitri, untuk mewujudkan hal itu tentunya tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang dinilai menjadi tantangannya. 

Menurut Sekda Provinsi Kalimatan Tengah Fahrizal Fitri mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada kegiatan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke-38 di gedung Dekranasda Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Sabtu, 31 Agustus 2019. 

Tantangan pertama yakni terjadinya alih fungsi lahan subur untuk keperluan di luar pertanian pangan, sedangkan pemanfaatan lahan terlantar masih belum optimal. 

Kedua, semakin meningkatnya permintaan bahan pangan untuk industri dan untuk konsumsi manusia seiiring meningkatnya jumlah penduduk dunia. 

Selanjutnya, belum meratanya masyarakat mengkonsumsi makanan yang memenuhi kaidah beragam, bergizi seimbang dan aman. Sehingga menciptakan kondisi belum terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat yang dapat menimbulkan dampak stunting bagi generasi selanjutnya maupun yang sedang dalam masa pertumbuhan. 

Berikutnya, permintaan bahan pangan lebih banyak tertuju pada beras dan jenis bahan pangan tertentu saja. Oleh sebab itu, berbagai tantangan itu harus segera diantisipasi. 

"Apabila tidak diansitisipasi dengan baik akan dapat menimbulkan masalah dalam pemantapan ketersediaan pangan, stabilitas harga pangan, serta ancaman timbulnya kasus kerawanan pangan pada tingkat rumah tangga terutama di daerah pedalaman dengan akes distribusi dan sumber daya pangan yang terbatas," ucapnya. (BUDI YULIANTO/B-5/ADV)

Berita Terbaru