Mahasiswa Papua di Kalimantan Tengah Apresiasi Huma Betang

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 04 September 2019 - 10:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan mahasiswa Papua di Kalimantan Tengah atau Kalteng mengapresiasi adanya falsafah Huma Betang yang menjadi semboyan hidup masyarakat Dayak. 

Hal ini disampaikan oleh ketua Perhimpunan Mahasiswa Papua,  Yosafat Sani di Kampus Universitas Palangka Raya, Rabu 4 September 2019.

Keberadaan falsafah Huma Betang oleh masyarakat Dayak membuat mereka hidup aman dan berdampingan dengan iklim toleransi tinggi.  Rasisme sama sekali tidak terjadi.

"Di sini kami merasa aman dan tentram, antar suku tidak ada yang namanya rasis dan diskriminasi," ujar Yosafat. 

Menjunjung tinggi falsafah Huma Betang menjadikan Kalteng sebagai rumah bersama yang aman. Pertikaian antar suku dan agama hampir tidak ada. Ini sesuatu yang luar biasa. 

"Pokoknya luar biasa falsafah Huma Betang. Semoga ke depannya selalu lebih baik lagi," jelasnya

Mewakili teman-teman mahasiswa Papua dan Papua Barat, mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut mengucapkan banyak terima kasih atas rasa aman yang diperoleh. 

Adanya rasa aman akan membuat para mahasiswa Papua yang saat ini mengeyam pendidikan tinggi di Palangka Raya akan sangat terbantu. 

"Kami berterima kasih. Kami bangga kuliah di Kalteng. Di sini kami merasa aman dan ke depannya iklim toleransi selalu lebih baik," tutupnya. (ARNOLD/B-2) 

Berita Terbaru