Steril Salah Satu Upaya Mengendalikan Jumlah Anjing Terlantar

  • Oleh Testi Priscilla
  • 11 September 2019 - 15:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Steril atau castrasi merupakan salah satu upaya mengendalikan jumlah anjing terlantar. Itu disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Palangka Raya, Eko Hari Yuwono.

"Steril merupakan salah satu cara untuk mengendalikan jumlah anjing liar. Kelebihan jumlah anjing akan mengakibatkan banyak dari antara mereka juga yang akan terlantar dan tak bertuan," kata Eko pada Rabu, 11 September 2019.

Karenanya, dalam momen Hari Rabies Sedunia tahun 2019 ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya mengagendakan steril bagi anjing jantan atau castrasi untuk jenis lokal.

"Ini untuk pengendalian populasi. Karena kalau populasinya berlebih maka kemungkinan anjing itu tidak bertuan dan terlantar juga makin besar. Kalau terlantar, kemungkinannya terkena rabies juga akan semakin besar," jelasnya.

Steril pada anjing dan kucing betina mengacu pada pengangkatan organ reproduksi seperti ovarium, saluran telur, rahim, sementara steril pada hewan jantan berarti mengangkat testisnya.

"Sterilisasi mencegah hewan berkembang biak sehingga mengurangi over populasi hewan peliharaan. Sterilisasi juga memberikan banyak manfaat kesehatan untuk hewan peliharaan dan juga mengurangi masalah perilaku tertentu yang tidak diinginkan," beber Eko. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru