Kalimantan Tengah belum Dinyatakan Kejadian Luar Biasa ISPA

  • Oleh Agus Priyono
  • 11 September 2019 - 23:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Meski penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sudah mencapai angka ribuan orang se-Kalimantan Tengah (Kalteng), hal itu belum bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Endang Sri Lestari mengatakan, suatu kejadian baru bisa dinyatakan KLB jika telah dilakukan pengkajian sebelumnya.

Selain itu, jumlah penderita dan wilayah yang terdampak ISPA semakin meluas, yakni lebih dari 2 atau 3 kabupaten.

Saat ini, pihaknya masih menunggu adanya inisiasi dari kabupaten/kota yang terdampak ISPA untuk menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan KLB. Sebelum akhirnya Dinkes Kalteng menyatakan ISPA ini merupakan KLB tingkat provinsi.

“Kami belum bisa memutuskan ini KLB. Karena inisiasi kenaikan tingkat atau menyatakan ini KLB ataupun tidak, itu diinisiasi oleh kabupaten yang sangat terdampak. Perlu adanya pengkajian dan juga kabupaten yang terdampak ini makin luas serta jumlah penderitanya semakin banyak,” ujar Endang, Rabu, 11 September 2019.

Saat ini, kata dia, status ISPA di Kalteng masih siaga bencana dan belum ada tanda-tanda naik tingkat ke darurat bencana, meskipun jumlah penderitanya telah mencapai ribuan orang.

“Meski masih berstatus siaga, kami dari Dinkes Kalteng dalam penganan ISPA ini sudah menerapkan pelayanan ke tanggap darurat. Itu dibuktikan dengan berbagai upaya yang sudah kami lakukan. Salah satunya EMT,” tutur dia. (AGUS/B-3)

Berita Terbaru