Bupati Kotim Wajibkan SOPD Siapkan Mobil Angkut Profil Tank Pemadaman Karhutla 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 September 2019 - 15:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotim atau Kotawaringin Timur Supian Hadi mewajibkan setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah atau SOPD menyiapkan mobil pikap guna mengangkut profil tank untuk pemadaman Karhutla. 

Hal tersebut dilakukan sebagai upara untuk membantu tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dalam memadamkan api yang terjadi di Kotim ini. 

"Semua SOPD harus menyiapkan itu, dan mereka juga harus berada di posko yang sudah disiapkan," ujar Supian, saat mmebuka rapat penetapan status siaga menjadi darurat Karhutla, Minggu, 15 September 2019. 

Mobil yang disiapkan oleh pihak SOPD maksimal dua unit. Mereka membantu memberikan suplai air, karena saat ini banyak parit atau sungai kecil baik itu di perkotaan ataupun wilayah selatan alami kekeringan. Sehingga petugas dari Satgas Karhutla sangat kesulitan mendapatkan air. 

"Itulah pentingnya suplai air dari mobil pengangkut profil tank yang disiapkan SOPD tersebut, karena kondisi tempat pengisian air pemadaman saat ini sudah kering, karena kemarau begitu oanjang," terang Supian. 

Hal tersebut juga berlaku terhadap pihak kecamatan dan juga desa. Sehingga mereka bisa segera bertindak jika terjadi kebakaran lahan di darrah mereka. Begitu juga dengan perusahaan, juga diminta membantu sebuah truk tangki, yang bisa digunakan untuk memadamkan api. 

"Kami juga minta kepada perusahaan, agar membantu keberadaan truk tanki pengangkut air. Sehingga dapat membantu pemadaman Karhutla yang terjadi di daerah ini," kata Supian. 

Adanya bantuan dari SOPD tersebut, pihaknya membuat posko baru di dua tempat. Yakni di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kantor Dinas PUPR. Dan juga Kantor Basarnas Sampit Jalan Samekto, Kecamatan Baamang. 

"Posko menjadi tiga tempat, untuk mengcoper wilayah selatan dan utara," terang Supian. 

Saat ini pemerintah sudah menaikan status siaga menjadi darurat Karhutla. Karena kondisi kabut asap sudah sangat pekat dalam beberapa hari terakhir ini. Hal itu terjadi karena kebakaran lahan sangat banyak terjadi di wilayah perkotaan dan daerah selatan Kotim. Sehingga untuk mengatasi hal itu, butuh peran serta banyak pihak. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru