Pemkab Lamandau Salurkan 10 Tangki Air Bersih Gratis Tiap Hari

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 16 September 2019 - 17:56 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah kabupaten Lamandau melalui Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Dharma menyalutkan 10 tangki air bersih setiap harinya.

Penyaluran ini bahkan sudah dimulai sejak Sabtu 14 September 2019 lalu, sebagai bentuk respon cepat atas keluhan warga yang mengalami kesulitan air bersih dampak kemarau panjang.

Sejauh ini bantuan air bersih dari pemkab Lamandau itu disalurkan ke sejumlah desa di dua kecamatan, yakni kecamatan Bulik dan kecanatan Sematu Jaya menggunakan mobil tangki air milik PDAM, Damkar, dan RSUD Lamandau.

"Kita distribusikan air bersih gratis langsung ke desa-desa yang membutuhkan. Sementara ini yang kita cover desa-desa di dua kecamatan (Bulik dan Sematu Jaya)," kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, Senin, 16 September 2019.

Hendra menyebut, pemkab dapat mendistribusikan 10 tangki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter tiap harinya. Untuk memudahkan akses, proses distribusi air bersih dilakukan dengan menentukan spot pendistribusian di masing-masing desa, sehingga masyarakat desa setempat berada di satu titik kumpul.

Sementara itu, masyarakat Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya, Suwartono, menyebut pembagian air bersih gratis dari Pemkab Lamandau sangat membantu masyarakat yang mulai menghadapi kelangkaan air bersih.

"Alhamdulillah ada pembagian air bersih dari pemerintah daerah. Ini cukup membantu kami yang mulai mengalami kelangkaan air bersih. Karena sumber-sumber air seperti halnya sumur-sumur warga saat ini sudah banyak yang mengering. Adanya bantuan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum dan keperluan lainnya," kata dia.

Suwartono juga mengaku, kelangkaan air dampak kemarau panjang tahun ini sudah mulai dirasakan sejak dua bulan lalu, hal itu ditandai dengan mulai surutnya sumber mata air seperti sumur-sumur warga yang selama ini menjadi andalan.

"Sudah dua bulan terakhir ini mulai kita rasakan (kekeringan), anak-anak sungai sudah kering, termasuk sumur-sumur juga,  semoga saja musim kemarau ini segera berakhir," harap dia. (HENDI NURFALAH/B-11)

Berita Terbaru