Mandi Safar di Sampit Dirangkai dengan Sunatan Massal dan Makan Bubur Asyura

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 18 September 2019 - 13:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kegiatan mandi safar yang akan dilaksanakan Pemkab Kotawaringin Timur di Sampit pada 23 Oktober 2019 akan dirangkai dengan acara sunatan massal dan makan bubur asyura.

"Kegiatan mandi safar yang akan kami laksanakan nantinya akan dirangkai dengan sunatan massal dan makan bubur asyura," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Fajrurrahman, Rabu, 18 September 2019.

Kegiatan mandi safar sendiri merupakan salah satu ivent wisata Kotim yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan safar. Pelaksanaannya akan dilakukan di Sungai Mentaya, terutama di Dermaga Habaring Hurung.

Ditempat tersebut, masyarakat yang datang akan menceburkan diri ke sungai. Sebagai prosesi turun temurun dari nenek moyang jaman dulu di Kotim ini.

Untuk memeberikan warna yang berbeda setiap pelaksanaannya, pihak panitia melaksanakan rangkaian kegiatan baru. Sebagai upaya menarik para wisatawan datang ke daerah ini.

"Jadi dari penggalian kami, sunatan masal dan juga makan bubur asyura merupakan tradisi setiap dilaksanakannya mandi safar tersebut. Sehingga hal itulah yang membuat kami memasukan kegiatan tersebut," kata Fajrurrahman.

Kegiatan wisata tersebut memang menjadi rangkaian setiap tahun. Bahkan juga jadi salah satu ivent yang ditunggu-tunggu masyarakat. Karena mereka akan berbondong-bondong menceburkan diri ke sungai secara bersama-sama.

Selain kegiatan pariwisata, untuk menarik minat masayarakat, pihak panitia juga menbagikan kupon, yang diundi untuk mendapatkan dorprize yang sudah disiapkan nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru