Mantan Damang Pahandut Sebut Ritual Adat Pakanan Sahur Bentuk Penghormatan Leluhur

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 19 September 2019 - 09:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya- Ritual adat pakanan sahur lewu yang digelar masyarakat di Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 18 September 2019, merupakan bentuk penghormatan kepada petahu, para leluhur selaku penjaga kampung.

Demikian disampaikan mantan Damang Pahandut, Kota Palangka Raya, Suhardi Monong kepada Borneonews, Rabu, 18 September 2019.

"Itu penghormatan terhadap petahu yang merupakan penjaga kampung. Dan biasanya setiap tahun dilakukan," ujar Suhardi.

Tujuannya  agar masyarakat terhindar dari musibah, baik berupa penyakit yang terjadi secara beware besaran dan menimpa warga kampung maupun peristiwa kematian beruntun seperti yang dialami masyarakat Lawang Uru sekarang ini.

Ia menjelaskan, setiap daerah atau wilayah memiliki petahu sendiri-sendiri. Itu diyakini oleh masyarakat setempat.

"Saya sudah banyak pengalaman tentang petahu ini. Dulu pada 1989 di Tumbang Manyoi, Kabupaten Gunung Mas, pernah dilakukan ritual seperti ini ketika ada warga yang meningggal beruntun sebanyak 40 orang," ujar ayah Bupati Gunung Mas ini.

Setelah dilakukan ritual tersebut kematian beruntunpun berakhir. Dan ini memang sebuah keyakinan. (ARNOL/B-3) 

Berita Terbaru