Musim Kemarau, Warga Kecamatan Pulau Hanaut Kesulitan Air Bersih

  • Oleh Naco
  • 23 September 2019 - 19:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, H Ramli mengakui musim kemarau seperti saat ini persoalan paling berat masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut, kesulitan cari air bersih.

"Khususnya kami yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut. Ada 12 Desa di sana yang harus mendapatkan suplai air bersih, saat kemarau seperti saat ini," ucapnya, Senin, 23 September 2019.

Untuk dapat air bersih kata dia mereka harus dengan kerja keras, pasalnya mengangkutnya mereka mesti dari Sampit ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan kemudian menyeberang sungai Mentaya untuk sampai di Kecamatan mereka, hanya sekadar untuk mendapatkan air bersih.

Ramli mengatakan setidaknya Pemkab Kotim memikirkan harus dibangun sumur bor di daerah Pulau Hanaut untuk kebutuhan jangka panjang.

"Selama ini memang ada sumur bor tapi kedalamannya hanya 8-12 meter saja. Sehingga airnya asin atau payau karena dekat laut," ucapnya.

Namun jika dibuat dengan kedalaman 150-200 meter ia yakin airnya bisa untuk konsumsi. Pasalnya di daerah Kabupaten Katingan sudah ada terbukti sumur bor yang dibangun kedalaman sekitar 220 meter itu menghasilkan kualitas air yang baik dengan kondisi gerografis di pinggir laut.

"Nah kalau masyarakat buat itu jelas tidak mampu karena biayanya lumayan besar. Jadi harus pemerintah yang membangunnya," tegas Ramli.

Ramli mendesak ke depan itu jadi pemikiran. Karena jika ada satu saja sumur bor dengan kedalaman 150 meter mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat di sana saat musim kemarau. (NACO/B-2)

Berita Terbaru