Sebelum Tewas, Supir Truk Ini Terlihat Sehat dan Bercerita Banyak Tentang Buah Langsat

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 03 Oktober 2019 - 03:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya- Tewasnya sopir truk asal Banjarmasin, Hasbulah, memberi kesan tersendiri bagi pemilik warung kopi yang disinggahinya sebelum maut menjemput,  Rabu 2 Oktober 2019. Selama menyeduh teh pria paruh baya ini terlihat sehat dan semangat menceritakan tentang buah langsat Ponti. 

"Tadi setelah turunkan motor dari truk, dia mesan teh saja. Kelihatan sehat sekali. Selama minum teh saya mendengar saja dia yang menceritakan tentang buah langsat," kisah Jumani, pemilik warung di pertigaan Km 10 Tjilik Riwut, Rabu 2 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00WIB.

Sopir truk kuning yang hendak menuju Banjarmasin tersebut selama kurang lebih setengah jam memuji buah langsat ponti jika dibandingkan dengan buah langsat lainnya. 

"Buah langsat Ponti paling enak dari pada langsat yang lainnya. Pokoknnya paling laris. Banyak isinya dan manis," ujar Jumani meniru Hasbulah. 

Ceritanya tentang langsat menjadi cerita terakhir di dunia. Entah kenapa, Hasbulah tewas usai menyeduh segelas teh dan menutup pintu belakang mobilnya. Dia ditemukan tewas tergeletak tepat di samping depan truk yang dikemudinya. 

"Kelihatannya kecapekan karena dia bawa truk dari Sampit ke Banjarmasin sendirian. Tidak ada sopir pembantu," ujarnya. 

Sekadar informasi, saat ini jenazah Hasbulah masih di Ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum sambil menanti kedatangan keluarganya dari Banjarmasin. (ARNOL/m) 
------

Berita Terbaru