Remaja Putri Jadi Sasaran Pencegahan Stunting

  • Oleh Muhammad Badarudin
  • 03 Oktober 2019 - 03:40 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Usia remaja putri merupakan siklus awal terjadinya stunting atau manusia bertubuh pendek. Sehingga, Dinkes Pulang Pisau dalam sasaran pencegahan stunting fokus pada remaja putri. 

Kabid Kesmas Dinkes Pulang Pisau, Ma'ruf Kurkhi mengatakan, khusus pencegahan stunting yang dimulai dari remaja putri yaitu dengan memberikan obat penambah darah. Sebab, remaja putri yang kekurangan darah itu rawan menyebabkan stunting dan gizi buruk. 

"Sebab remaja putri ini merupakan calon ibu. Kalau mau anaknya sehat maka ibunya dulu yang harus sehat," kata Ma'ruf, Rabu 2 Oktober 2019. 

Ia membeberkan, tahun 2018 lalu jumlah remaja perempuan yang mengkonsumsi obat penambah darah sebesar 67 persen. Ma'ruf mengakui jika masih ada beberapa remaja putri yang lepas dari sasaran mengkonsumsi obat penambah darah tersebut. 

"Obat penambah darah ini sangat penting bagi remaja perempuan. Apalagi untuk ibu hamil. Sehingga hal ini menjadi salah satu fokus kami dalam pencegahan stunting," beber Ma'ruf.

Dia menjelaskan, stunting itu memang dipengaruhi dari berbagai hal. Seperti dari faktor keturunan 10 persen dan dari faktor kesehatan sebesar 20 persen. 

"Namun pengaruh yang paling tinggi menyebabkan stunting adalah karena perilaku dari manusia itu sendiri. Artinya pola hidupnya seperti apa," jelas Ma'ruf. (M.BADARUDIN/m)

Berita Terbaru