Sukses Produksi Umpan Pancing Tiruan dari Getah Karet, Dijual Hingga ke Malaysia

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 09 Oktober 2019 - 18:46 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Datu (36), warga Desa Jaar RT 03 Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur sukses mengolah getah karet menjadi umpan tiruan (lure) menjadi barang  ekonomis dan lebih bernilai.

Getah Karet yang dibentuk menjadi katak sebagai umpan tiruan tersebut untuk lebih menarik ikan diberi pewarna buatan khusus. Usaha tersebut dijalankan untuk menambah penghasilannya sebagai tenaga honorer yang menghidupi istri dan dua anak yang masih kecil.

"Usaha pembuatan lure dimulai pertengahan tahun 2017, kala itu sulit untuk mendapatkan lure dan harganya masih mahal, sehingga mencoba mengembangkan getah karet dan berhasil menjadi nilai ekonomis," ucapnya, Rabu, 9 Oktober 2019.

Datu bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pertanian Barito Timur. Ia mengaku bersyukur saat ini produk lurenya sudah dikenal di berbagai daerah dan menjadi lure andalan para pemancing mania.

"Berawal dari hobi dan karena bisa nggak bisa membeli umpan, inisiatif buat lure  sendiri dan coba dijual ternyata banyak diminati," tuturnya.

Dengan tekun menjalani pembuatan lure, umpat buatan tersebut mempunyai pelanggan dari luar Kalimantan, seperti dari Ciamis, Banten, Jakarta bahkan sampai Malaysia.

"Dari pelanggan tersebut ada juga yang untuk dijual lagi, rata-rata pelanggan mengenal lure buatan saya dari media sosial," akunya.

Datu mengungkapkan bahwa lure buatannya yang menggunakan merek Lalak Lali Lure (3L) tersebut dapat mencapai praduksi hingga 300 lure per bulan. Usaha tersebut sangat menopang perekonomian keluarganya. Setiap lure rata-rata dijual dengan harga Rp 25.000 - Rp 30.000 oleh toko alat pancing langganannya.

Lure-lure berbentuk katak dengan ukuran panjang 3,5 - 4 sentimeter yang dibuatnya, menurut Datu, adalah umpan tiruan yang digunakan untuk memancing ikan jenis snakehead (kepala ular) seperti ikan gabus dan lain-lain. (EKO/B-5)

Berita Terbaru