Pemprov Kalteng Masih Waspadai Ancaman Karhutla Meski Sudah Berkurang

  • Oleh Budi Yulianto
  • 11 Oktober 2019 - 15:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih mewaspadai ancaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla meski bencana ini, termasuk kabut asap sudah berkurang. 

"Masih terus kita waspadai," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Mofit Saptono Subagio.

Dia menuturkan status transisi darurat ke pemulihan bencana karhutla di Kalteng yang ditetapkan sejak 1 Oktober 2019 juga masih berlaku.

Status ini turun dari sebelumnya tanggap darurat. "Status transisi ke pemulihan masih sampai 31 Oktober 2019," ungkapnya.

Dia menambahkan patroli ke sejumlah titik daerah rawan juga masih dilakukan. Demikian juga dengan helikopter water bombing.

Di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, masih standby 4 helikopter. Kemudian masing-masing 2 di Sampit dan Pangkalan Bun.

Seperti diketahui, jumlah Karhutla di Kalteng mengalami penurunan seiring dengan turunnya hujan. Kabut asap yang tadinya pekat juga berangsur hilang. 

Meski demikian, pemerintah tetap waspada. Pada Kamis, 10 Oktober 2019, masih terpantau 425 titik hotspot, 25 di antaranya adalah api. (BUDI YULIANTO/B-6)

Berita Terbaru