Harga Ikan Nila di Kasongan dan Kereng Pangi Melonjak

  • Oleh Abdul Gofur
  • 11 Oktober 2019 - 21:30 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sejak dua pekan terakhir harga ikan nila di Kasongan dan Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, melonjak. Mahalnya harga ikan nila disebabkan pasokan yang terbatas sebagai dampak musim kemarau.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kemarau panjang membuat air Sungai Katingan surut dan keruh. Kondisi itu menyebabkan ikan budidaya masyarakat di keramba banyak yang mati.

Akibatnya, pemilik keramba ikan tidak jarang memilih menunda menabur benih di keramba demi mengantisipasi kerugian.

"Saat kondisi air surut seperti kemarin itu kita untung-untungan. Syukur-syukur tidak banyak ikan yang mati dan bisa panen," kata Anang, pemilik keramba ikan di sekitar Jembatan Sei Katingan, Jumat, 11 Oktober 2019.

Karenanya, tidak mengherankan bila kemudian harga ikan nila melonjak. Bahkan, di tingkat petani saja harganya sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Padahal, saat kondisi normal, harga ikan nila di tingkat petani hanya Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram. Bahkan, terkadang cuma Rp 22 ribu per kilogram. 

Ahmad, pemilik keramba ikan lainnya, mengaku saat ini dia dan rekan-rekannya mulai bersiap menabur benih ikan nila. Bahkan beberapa di antaranya sudah menabur benih di keramba masing- masing.

"Kalau sekarang ini memang banyak keramba ikan warga belum diisi dampak air surut kemarin. Tapi saat ini sudah mulai menabur benih ikan lagi. Makanya kenapa harga ikan nila sekarang mahal, karena memang stoknya termasuk di petani keramba tidak banyak," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, selain nila, warga juga membudidayakan ikan mas. Namun, jumlah pembudidaya ikan mas tidak banyak.

"Tapi kalau yang memelihara ikan jenis patin setahu saya di Kasongan ini baik yang ada di bawah Jembatan Sei Katingan maupun di Kampung Banjar, sangat sedikit. Oleh karena itu, pasokan ikan patin untuk Kasongan selama ini didatangkan dari Palangka Raya," ujar Ahmad.(ABDUL GOFUR/B-3)

Berita Terbaru