Perampokan Konter Ponsel di PPM Sampit Hanyalah Rekayasa Karyawan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 13 Oktober 2019 - 00:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Perampokan konter ponsel di Pusat Perbelanjaan Mentaya atau PPM Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hanyalah rekayasa dari pelaku yakni karyawan kepercayaan pemilik counter tersebut.

"Awal laporan memang ada perampokan, namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata bukan dan hanyalah rekayasa dari pelaku yang merupakan karyawan konter tersebut," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Ketapang AKP Wiwin Junianto Supriyadi, Sabtu, 12 Oktober 2019. 

Karyawan tersebut berinisial AG (25). Dirinya sudah lama bekerja dan menjadi kepercayaan oleh pemilik untuk menjalankan bisnis ponsel tersebut. Namun setelah berjalan cukup lama, ternyata dirinya berupaya untuk mengambil uang dengan besaran mencapai Rp 47 juta. 

Saat itu, dirinya mengaku dengan sejumlah pedagang dan juga satpam di PPM menjadi korban perampokan oleh dua orang pelaku yang membawa senjata tajam. Sehingga satpam tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Ketapang. 

Setelah dilaporkan dan dilakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan juga pelapor, ternyata ada yang janggal dari keterangannya. 

Sehingga pihaknyapun mencurigai bahwa laporan perampokan tersebut merupakan alibi dari AG untuk mengambil uang dari korban. Laporan tersebut adalah upaya darinya agar dapat menghilangkan alat bukti. 

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, pemeriksaan intensif juga terus kami lakukan. Dan rekayasa perampokan tersebut masih menjadi pertimbangan kami untuk memproses hukum," terang Wiwin. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)

Berita Terbaru