Pemprov Kalteng Kembali Bahas Kelanjutan Penelitian Bajakah

  • Oleh Budi Yulianto
  • 14 Oktober 2019 - 12:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali membahas kelanjutan dari rencana penelitian akar Bajakah.

Rapat pembahasan ini berlangsung di aula Eka Hapakat lantai III kantor gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Senin 14 Oktober 2019.

"Bajakah ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah di Kalteng, tapi pusat pun menaruh perhatian luar bisa. Bersamaan hari ini, di Jakarta juga sedang berlangsung rapat membahas Bajakah," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah, Endang Kusriatun yang hadir mewakili Sekda Kalteng Fahrizal Fitri.

Rapat tersebut dihadiri para peneliti, Dinas Kesehatan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM, TNI, Polri dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan untuk bisa menjadi sebuah obat yang bermanfaat buat manusia, dibutuhkan riset lanjutan.

"Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, terakhir arahan dari BPOM bahwa kalau ingin mengembangkan Bajakah ada dua cara," katanya.

"Kalau sampai jamu, nggak perlu penelitian. Kalau fitofarmaka butuh penelitian jangka panjang, minimal 3 tahun," kata Suyuti Syamsul menyampaikan pendapatnya. (BUDI YULIANTO/ADV/B-6)

Berita Terbaru