Ini 12 Tokoh Tamu Istana Jokowi Jelang Pengumuman Menteri

  • Oleh Tempo.co
  • 22 Oktober 2019 - 09:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Para tokoh dari bidang ekonomi hingga ketua umum partai politik bergantian mendatangi Istana Presiden Jokowi pada Senin lalu, 21 Oktober 2019.  Sebanyak 12 orang mendatangi Istana Kepresidenan sejak pagi hingga sore. Mayoritas diundang sebagai calon menteri.

Presiden Jokowi pada Ahad lalu mengatakan akan mengumumkan susunan menteri Kabinet Jokowi JIlid II pada Senin, 21 Oktober 2019. "Sudah rampung. Besok dikenalkan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, menjelang dilantik di Gedung MPR RI.

Nyatanya pengumuman menteri belum juga dilakukan. Bahkan kabar terakhir pengumuman dan pelantikan menteri akan dihelat pada Rabu nanti, 23 Oktober 2019.

Simak daftar tokoh yang hadir di Istana Kepresidenan. Susunan nama berdasarkan waktu kehadiran.

1. Mohammad Mahfud MD
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menjadi yang pertama tiba, sekitar pukul 09.30 WIB. Dia mengenakan kemeja warna putih lengan panjang.

Dia Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Mahfud dikenal dekat dengan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Gur. Para era Presiden Abdurahman, Mahfud didapuk menjadi Menteri Pertahanan lalu Menteri Hukum dan HAM.

Dia mengatakan diminta membantu Jokowi di bidang hukum, politik atau agama.

"Saya nyatakan bersedia. Saya siap membantu negara. Tidak disebutkan (menteri apa) kalau dari cerita tadi bisa di bidang hukum, politik, di agama juga yang selama ini saya diisukan. Pokoknya di bidang itu," ujarnya.

Menurut Mahfud, Presiden Jokowi meminta datang lagi ke Istana Kepresidenan besok, Rabu, 23 Oktober 2019, untuk dilantik menjadi menteri. 

2. Tetty Paruntu
Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Tetty Paruntu mendatangi Istana mengenakan kemeja putih.

"Ini bantu kerja," ujar dia begitui sampai.

Kader Partai Golkar ini batal bertemu Jokowi dan ditemui oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, yang juga mantan Menteri Perindustrian.

"Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping, jadi tidak sampai ketemu Presiden," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Berita Terbaru