Polisi Bubarkan Pawai Pesta Halloween di Hong Kong

  • Oleh Teras.id
  • 01 November 2019 - 17:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi antihuru hara membubarkan pawai malam Halloween di Distrik Lan Kwai Fong, Hong Kong, pada Kamis kemarin. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa.

Pendemo banyak yang mengenakan topeng hitam dan mengenakan topeng wajah yang dilarang, di Nathan Road, salah satu arteri utama Kowloon di sisi lain pelabuhan, seperti dilaporkan Reuters, 1 November 2019. Ini adalah pertama kalinya Distrik Lan Kwai Fong menjadi sasaran.

Teriakan "Kembalikan Halloween!" Terdengar ketika polisi menggunakan perisai mereka untuk mendorong kerumunan ke depan di jalan-jalan sempit.

Banyak pendemo mengenakan topeng Guy Fawkes, yang lain mengenakan make-up badut dari karakter film "Joker". Yang satu berpakaian seperti pemimpin Hong Kong Carrie Lam dengan kerah anjing dan tali kekang.

Dikutip dari South China Morning Post, sumber polisi senior mengatakan petugas akan ditempatkan di pinggiran distrik kehidupan malam kota untuk berhenti dan mencari siapa pun yang mencurigakan, dan akan meminta mereka untuk menghapus semua penutup wajah untuk memeriksa identitas mereka.

"Kami akan lebih waspada jika seseorang mengenakan tas besar, di mana senjata atau barang peledak seperti bom bensin dapat disimpan," kata perwira senior itu.

"Kita perlu melihat wajah mereka yang jelas untuk memverifikasi identitas mereka. Mereka perlu melepas topeng saat diminta. Jika wajah mereka penuh dengan cat, kami akan membersihkan make-up mereka."

Dia menambahkan bahwa polisi memahami para pengunjung pesta dapat mengecat wajah mereka selama Halloween, dan bahwa petugas hanya akan menghapus cat jika wajah mereka benar-benar tertutup dan sulit diidentifikasi.

Kepolisian menempatkan sekitar 3.000 petugas antihuru hara dan tiga meriam air di seluruh Kong pada Kamis malam.

Sumber kepolisian lain mengatakan bahwa petugas anti huru hara disiagakan di berbagai lokasi di Causeway Bay, Wan Chai, Admiralty dan Central di Pulau Hong Kong, dan Tsim Sha Tsui dan Mong Kok di Kowloon pada malam hari untuk mencegah berkumpulnya para pengunjuk rasa.

Berita Terbaru