SDN 1 Tangar 5 Tahun Belajar di Lantai, PBS Sekitar Diminta Membantu

  • Oleh Naco
  • 09 November 2019 - 08:46 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Nadie meminta perusahaan besar swasta (PBS) segera membantu SDN 1 Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim yang selama 5 tahun siswanya belajar di lantai.

Ketua Fraksi Partai Golongan Karya itu mendesak agar perusahaan perkebunan setempat mengadakan meubeler meja dan kursi untuk siswa di 4 ruang kelas.

"Waktu reses kami melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Saat itu hadir pihak perkebunan. Alhamdulillah mereka mau memberikan bantuan untuk 4 kelas itu, dan meminta waktu selama 2 bulan," kata Nadie, Sabtu, 9 November 2019.

Menurut Nadie sektor pendidikan di wilayah itu masih luput dari perhatian pemerintah. Maka dari itu kedepan dirinya meminta agar Pemkab Kotim bisa fokus menangani persoalan itu.

"Terus terang kami sangat prihatin, meski dilantai semangat belajar mereka tinggi," tegas Sekretaris Komisi IV DPRD Kotim tersebut.

Anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan V itu menekankan agar persoalan sarana dan sarana pendidikan ini terutama untuk sekolah yang ada di pelosok segera didata mana saja kondisinya tidak layak lagi dan segera untuk diselesaikan.

Tidak hanya itu Nadie juga menekankan kepada perusahaan yang ada di sekitar desa itu bisa turut membantu melalui dana CSR mereka.

Jangan sampai ada ketimpangan antara kondisi sekolah yang ada di perusahaan dengan sekolah yang ada di desa. Perusahaan wajib membantu sarana dan prasaran itu.

"Karena pemerintah dulu memberikan kesempatan mereka berinvestasi di sini karena semangatnya siap melaksanakan segala ketentuan yang jadi kewajiban mereka, salah satunya CSR ini," tutupnya. (NACO/B-2)

Berita Terbaru