Siswi SMAN 1 Muara Teweh ini Biaya Keluarga dan Sekolah dari Jualan Kue

  • Oleh Ramadani
  • 09 November 2019 - 17:52 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh - Usianya masih tergolong muda yakni 17 tahun dan masih mengenyam pendidikan di SMAN 1 Muara Teweh. Tetapi, siswi bernama Jiah Nor Pajarya ini sudah harus merasakan kerasnya kehidupan untuk biaya hidup dan sekolah.

Untuk bisa bersekolah, dia harus membanting tulang yakni dengan berjualan kue keliling. Dia menjajakan kue buatannya dan ibunya itu ke sekolah hingga kantor dinas pemkab serta perusahaan.

"Kadang sehari membawa 100 - 200 kue untuk dijual. Ke sekolah, ke kantor-kantor dinas, bahkan ke perusahaan,” kata Jiah, Sabtu 9 November 2019.

Dia mengaku sudah terbiasa berjualan. Bahkan siswi kelas XI IPS IV SMAN 1 Muara Teweh berjalan sejak bangku sekolah dasar.

“Di bangku sekolah dasar, saya sudah berjualan ikan cupang. Kemudian pas SMP berjualan roti bakar,” ujar gadis berjilbab itu.

Semua itu dia lakukan untuk membiayai sekolahnya dan biaya hidup keluarga. Dia kini hanya tinggal bersama ibunya, di sebuah barak Jalan Bangau Muara Teweh.

Selain untuk kebutuhan seharai-hari, hasil jualan kue tersebut juga untuk membantu biaya kuliah kakaknya.

“Saya berjualan agar tidak membebani orangtua untuk menghidupi kami, dan juga biaya sekolah saya,” tukasnya.

Selain berjualan kue, djua juga berjualan sepatu, sandal, tas, kerudung dan lainnya secara online di media sosial. (RAMADHANI/B-11)

Berita Terbaru