Tidak Ada Jembatan Penghubung Antardesa di Mentaya Hulu, Akses Warga Terhambat

  • Oleh Naco
  • 10 November 2019 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Lantaran jalan penghubung antardesa tidak ada akses warga dari Desa Kuala Kuayan menuju Sapiri dan Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur terhambat.

"Harus dibangun jembatan itu, karena ini menghubungi beberapa desa," kata Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Nadie, Minggu, 10 November 2019.

Dijelaskan Nadie, usulan itu disampaikan warga saat melakukan reses perorangan di sana. Di mana warga meminta agar jembatan itu dibangun.

"Kebetulan ada 2 perusahaan saat itu saya langsung minta mereka membangunnya dan itu disetujui, namun mereka minta waktu bebetapa bulan untuk menyelesaikannya," tukasnya.

Nadie menyayangkan Pemkab Kotim sampai tidak bisa memikirkan jembatan itu. Padahal keberadaannya sangat penting dan jadi akses sehari-hari warga di sana.

Nadie meminta agar pemerintah kabupaten tidak lagi terlalu memaksakan proyek multiyears dengan mengorbankan pembangunan di wilayah utara.

"Kita minga kurangi proyek multiyears itu, pembangunan jangan berfokus di kota saja. Namun pikirkan juga warga di utara sana," tegas Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Nadie berjanji di pembahasan APBD 2020 ini sebagai perwakilan rakyat akan memperjuangkan sekto pembangunan di sana agar tidak ketinggalan.

"Begitu juga dengan perusahaa  agar ikut membangun di sana," tandasnya.(NACO/B-5)

Berita Terbaru