318 Orangutan Berhasil Dilepasliarkan Sejak 2012

  • Oleh James Donny
  • 13 November 2019 - 19:32 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sebanyak 318 orangutan berhasil dilepasliarkan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS). CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan pihaknyamelepasliarkan rata-rata 40 orangutan setiap tahunnya.

Terkait itu, saat ini Nyaru Menteng mengalami over kapasitas untuk menampung orang utan dalam masa rehabilitasi. Pasalnya, jumlah orangutan di Nyaru Menteng melebihi dari daya tampung yang seharusnya.

"Kompleks yang ada idealnya hanya dapat menampung 300 orangutan. Kondisi ini membuat kami harus bergerak cepat memastikan semua orangutan yang telah lulus sekolah hutan, masuk ke pulau pra-pelepasliaran," katanya.

Semakin besar kapasitas pulau, akan semakin banyak orangutan yang dapat dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran. Artinya, semakin banyak pula orangutan dilepasliarkan ke hutan.

Saat ini BOS bersama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) kembali melakukan pra-lepasliaran sebanyak 12 orangutan dari Nyaru Menteng ke Pulau Salat.

"Ini adalah yang pemindahan ke Pulau Salat yang ke 8, dan kami akan terus memanfaatkan pulau itu untuk konservasi orangutan dan habitatnya," kata Jamartin.

Kerja sama pemanfaatan Pulau Salat ini katanya merupakan terobosan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku bisnis.

"Yayasan BOS yakin bentuk kerja sama seperti ini akan membuahkan hasil maksimal bagi upaya konservasi orangutan dan habitatnya," katanya.

Bentuk kerja sama antar pemangku kepentingan berupa penyediaan lahan habitat orangutan oleh pihak swasta ini mendapatkan dukungan yang besar dari pemerintah daerah.

"Beberapa waktu lalu Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran telah menyatakan dukungannya dan berencana mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan ekosistem esensial, dan kawasan penyangga kehidupan daerah-daerah di sekitarnya secara berkelanjutan," ujarnya.

Berita Terbaru