Pemkab Kotim Akui Kesejahteraan Guru Belum Layak  

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 26 November 2019 - 12:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pihak Pemkab Kotim mengakui bahwa kesejahteraan guru di daerah ini belum layak. Sehingga sangat membutuhkan perhatian, terutama bagi ara guru honor sekolah yang masih banyak tersebar baik di perkotaan apalagi di pedesaan. 

"Kami akui bahwa kesejahteraan guru di Koitim masih harus diperhatikan, karena masih banyak yang hanya menjadi honor sekolah dengan gaji rendah," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Halikinnor, usai kegiatan seminar guru nasional, Selasa, 26 November 2019. 

Pemerintah sendiri secara bertahap terus berupaya memberikan kesejahteraan terhadap para guru honor sekolah di Koitm ini. Bahkan dalam waktu dekat akan mengangkat 47 orang guru sekolah menjadi guru kontrak. Mereka rata-rata bertugas di pedalaman, seperti di Dusun Cemeti Desa Setiruk, Bapinang, Tumbang Gagu, dan Tumbang Ngahan. 

"Jadi yang kami prioritas sementara ini mereka tersebut. Karena mereka bertugas di pelosok, sehingga sangat layak untuk diperhatikan," kata Halikinnor. 

Selain itu, pohaknya juga akan melakukan pengangkatan guru sekolah ke guru kontrak daerah secara bertahap dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Karena jumlah guru sekolah di Kotim ini  mencapai 1.500 orang. 

"Jumlah tersebut kalau diangkat sekaligus tentu akan membebani keuangan daerah. Sehingga kami akan mengangkat secara bertahap, terutama akan dimulai pada 2021 mendatang," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru