Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Labuhanbatu Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Vokalis Roxette Meninggal Karena Tumor Otak, Ini 6 Gejala Umumnya

  • Oleh Tempo.co
  • 11 Desember 2019 - 07:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis duo pop-rock Roxette, Marie Fredriksson meninggal dunia di usia yang ke-61 tahun, setelah hampir 17 tahun melawan tumor otak yang diderita sejak 2002. Grup ini sempat menjadi ikon di tahun 1990-an. Fredriksson dan Per Gessle membentuk Roxette pada tahun 1986. 

Dimulai dengan "The Look" pada tahun 1989, Roxette memiliki empat hit nomor 1 Amerika Serikat, "Listen to Your Heart", "Joyride", dan "It Must Have Been Love", yang juga merangsek ke nomor 3 di jajaran anak tangga lagu Inggris dan termasuk dalam soundtrack untuk film "Pretty Woman"

Marie Fredriksson sempat kejang di kamar mandi dan mengalami retak di tulang kepalanya pada September 2002. Hasil pindai menunjukkan dia memiliki tumor otak dan diberi tahu bahwa dia hanya memiliki harapan hidup 25 persen. Meski bisa bertahan melawan penyakitnya namun menderita sejumlah masalah kesehatan akibat terapi radiasi. 

Marie Fredriksson masih bisa tampil bersama Roxette pada tahun 2016 sampai akhirnya dia pensiun karena dampak dari sakitnya. Pada Mei 2018, ia merilis single baru, "Sing Me a Song", untuk menandai ulang tahunnya yang ke-60. Roxette absen saat Fredriksson dirawat dan berusaha pulih dari tumor otaknya.

Melansir laman Sehatq, ada banyak jenis tumor otak, serta beberapa di antaranya juga bersifat kanker. Adapula kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain menujuk otak, dan memicu tumbuhnya kanker sekunder di organ ini.

Ciri-ciri tumor otak yang dirasakan oleh penderitanya dapat bervariasi, tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor di organ otak. Berikut ini ciri umum tumor otak. 

1. Sakit kepala yang memburuk
Sakit kepala dapat dialami oleh 50 persen penderita tumor otak. Sakit kepala ini, dapat memburuk di pagi hari, atau saat Anda beraktivitas. Sakit kepala terjadi karena tumor menekan saraf sensitif dan pembuluh darah yang ada di otak.

2. Kejang
Tertekannya saraf karena pertumbuhan tumor, dapat mengganggu sinyal listrik yang memicu kejang. Ada beberapa jenis kejang, sebagai ciri-ciri tumor otak. Jenis-jenis kejang tersebut, seperti kejang mioklonik, yang ditandai dengan kedut otot dan tersentak.

Kejang tonik-klonik, seperti kehilangan kesadaran dan nada tubuh yang diikuti otot berkedut, hilangnya kontrol fungsi tubuh (seperti hilangnya kontrol kandung kemih), mengalami periode pendek 30 detik tanpa bernapas, serta disertai perubahan kulit menjadi kebiruan, keunguan, keabu-abuan, memutih, atau kehijauan. Ada juga kejang sensori, termasuk gangguan pada penglihatan, penciuman, atau pendengaran, yang terjadi tanpa kehilangan kesadaran, serta kejang parsial kompleks, menyebabkan hilangnya kesadaran total atau sebagian. Penderitanya juga kerap mengalami kedutan.

Berita Terbaru