Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Labuhan Batu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Karang Taruna Pulau Patai Kelola Wisata Alam Susur Sungai

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 08 Januari 2020 - 19:34 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dalam rangka penggalian dan pemanfaatan potensi desa, Pemerintah Desa Pulau Patai Kecamatan Dusun Timur melalui Karang Taruna Suku Hawa akan membuka wisata desa berbasis alam dalam bentuk susur sungai menggunakan jukung (sampan).

Demikian dikatakan Ketua Karang Taruna Suku Hawa Desa Pulau Patai Ero Saputra di desa tersebut. Rabu, 8 Januari 2020.

Menurutnya, pesona wisata alam yang menjadi keunggulan di Desa Pulau Patai adalah menikmati panorama keindahan hutan perawan. Di dalam hutan tersebut masih terdapat satwa langka seperti Orang Utan, Bekantan, Burung Enggang, Burung Rangkok, Burung Tiong serta satwa lainnya.

"Selain itu sungai yang dilewati juga kaya akan berbagai jenis ikan," kata Ero.

Dia menjelaskan, pengelolaan wisata alam Desa Pulau Patai ini secara teknis dikelola oleh Karang Taruna, namun tetap di bawah pembinaan dan pengawasan Pemerintah Desa Pulau Patai.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Barito Timur Santai Nyawit menyambut baik kreativitas dan program pariwisata Karang Taruna Desa Pulau Patai.

"Salah satu fungsi Karang Taruna adalah pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi yang ada di desa atau kelurahan termasuk sektor pariwisata," kata Santai.

Lanjutnya, ketika Karang Taruna Desa Pulau Patai mengelola wisata desa maka dengan sendirinya telah melakukan program pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda melalui penyediaan tenaga kerja pariwisata desa.

"Selain itu juga membantu kelestarian alam di Desa Pulau Patai karena lokasi wisata alam tersebut masih terdapat satwa langka yang dilindungi pemerintah. Saya berharap semua pihak yang terkait dengan pelestarian dan perlindungan satwa langka baik pemerintah maupun NGO (Non Governmnet Organization) sekiranya bisa membantu Karang Taruna Suku Hawa Desa Pulau Patai dalam pengelolaan wisata alam tersebut," pungkas Santai. (BOLE MALO/m)

Berita Terbaru