Warga Ancam Portal Jalan Jembatan Tumbang Samba

  • Oleh Abdul Gofur
  • 19 Januari 2020 - 17:42 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Warga Kecamatan Katingan Tengah, Kobota, mengancam bakal memortal jalan menuju Jembatan Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan jika pihak-pihak terkait tidak menanggapi adanya pembebasan lahan yang terkena pembangunan proyek jalan Jembatan Tumbang Samba.

Hal ini disampaikan Kobota di Kasongan, Minggu, 19 Januari 2020 di Kasongan. Lahan miliknya dan keluarganya yang terkena dampak pembangunan jalan menuju Jembatan Tumbang Samba itu seluas 44 meter.

Selama ini mereka tidak pernah dilibatkan ataupun diundang terkait rencana pembangunan Jembatan Tumbang Samba itu.

"Kami terus berusaha memperjuangkan hak-hak yang tertidas, kok ada statmen Kepala Balai Jalan dan Jembatan Wilayah 2 Provinsi Kalteng bahwa pembebasan lahan sudah selesai tahun 2016," katanya.

Ini jelas-jelas pembohongan publik yang masif, sebab perlu diklarifikasi lahan yang dimaksud dimana selesai, seperti apa pembebasannya.

"Karena kami sampai detik ini tidak pernah diundang duduk bersama untuk membahas pembebasan lahan dimaksud," tegasnya.

Oleh karena itu pihaknya kata Kobota akan melakukan pemortalan permanen terhadap jalan menuju Jembatan Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah itu.

"Karena alasan yang sangat kuat argumen kami, dan saya baru datang cros cek melakukan inventarisasi di lapangan, bahwa pemilik lahan di sana tidak pernah menerima konpensasi 1 persen dan upaya hukum terus saya lakukan untuk membuktikan kebenaran fakta-fakta," tegasnya.

Kobota mengatakan jangan ada pihak yang mendramatisir obyek dengan dalil kepentingan umum, menghalalkan cara mengesampingan hak masyarakat.

"Ini dugaan pelanggaran pidana dan perdata, manipulasi data, dan bayangkan memgambil tanah urug atau latrit di tanah masyarakt tanpa persetujuan orang yang memiliki tanah, ini benar-benar terjadi tindak pidana, dan pada prinsipnya dalam waktu dekat jalan tersebut kami buat portal permanen," imbuhnya.

Pembangunan Jembatan Tumbang Samba ini menggunakan dana APBN pusat dengan menelan biaya Rp 298 miliar dikerjakan PT Wijaya Karya. (ABDUL GOFUR/B-6)

Berita Terbaru