Cegah Karhutla, Daops Mangggala Agni Kalimantan III Pangkalan Bun Mulai Gelar Patroli

  • Oleh Wahyu Krida
  • 19 Februari 2020 - 13:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan Daops Mangggala Agni Kalimantan III Pangkalan Bun  saat ini mulai melakukan patroli mandiri di beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya Karhutla.

Koordinator Pencegahan Daops Mangggala Agni Kalimantan III Pangkalan Bun Naoval, Rabu, 19 Februari 2020 bakal digelar selama 5 bulan terhitung dari Februari - Juni 2020 di lima kabupaten yang menjadi wilayah kerja Daops Manggala Agni Pangkalan Bun.

"Ada 22 Desa sasaran patroli mandiri kali ini dan 110 Desa jangkauan patroli mandiri yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau dan Sukamara," jelas Naoval.

Naoval menjelaskan, patroli mandiri ini merupakan pelaksanaan perintah  dari Direktorat Pengendalian Perubahan Iklim Dan Kebakaran Hutan Dan Lahan, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Dan Kebakaran Hutan Dan Lahan Wilayah Kalimantan dalam upaya pencegahan karhutla, yang di laksanakan secara mandiri oleh Mangggala Agni.

"Dalam pelaksanaan harian patroli mandiri meliputi kegiatan antara lain melakukan koordinasi dengan aparat desa, mendatangi lokasi areal rawan terjadinya karhutla, melakukan sosialisai pendekatan diri dan penyadartahuan kepada msayarakat, serta membagikan brosur, leaflet," jelas Naoval. 

Selain itu, lanjut Naoval, dalam patroli ini juga dilakukan penandaan areal lahan rawan karhutla, juga pengumpulan data dan informasi di areal rawan karhutla. Kemudian memetakan kondisi desa baik fisik maupun permasalahan di kebakaran hutan dan lahan.

"Kami juga melakukan pemadaman awal bila ditemukan kejadian karhutla, serta menggali potensi desa yang bisa diberdayakan dan di kembangkan sebagai modal sosial dan pemberdayaan," jelas Naoval.

Terpisah, Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan III/Pangkalan Bun, Binsar Oktavianus Togatorop mengatakan bahwa patroli mandiri ini Sebagai langkah awal dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Seperti kita ketahui apabila Karhutla telah terjadi maka akan sangat sulit untuk di tanggulangi. Kami  berharap dengan patroli mandiri ini dapat meminimalisir dan  menekan seminimal mungkin kejadian karhutla, juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar desa lokasi rawan karhutla tentang bahaya yang muncul jika terjadi hal tersebut," jelas Binsar. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru