Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

2020 Kobar Dapat Bantuan 50 Rehab Rumah dari Kementerian Sosial

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 24 Februari 2020 - 15:01 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tahun ini Kabulaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapatkan kuota Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) sebanyak 50 unit rumah di 4 kecamatan.

Kepala Dinas Sosial Kobar melalui Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Mahrita menyampaikan tahun ini kecamatan yang mendapatkan Bansos RS-Rutilahu yaitu Kecamatan Arut Utara, Pangkalan Banteng, Arut Selatan dan Kotawaringin Lama,.

"Tapi masih dalam tahap penginputan verifikasi validasi data calon penerima  di 4kecamatan tersebut,” kata Mahrita, dalam rilisnya, Senin, 24 Februari 2020.

Dijelaskan, RS-Rutilahu merupakan salah satu kegiatan penanganan fakir miskin yang diselenggarakan Kementerian Sosial RI (Kemensos RI). Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin yang terdata dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos.

Sebelumnya kecamatan yang mendapatkan Bansos RS-Rutilahu di tahun 2019 yaitu Kecamatan Kumai terdiri dari Desa Sebuai, Sebuai Timur dan Kubu sebanyak 20 unit.

Kecamatan Arut Selatan yaitu Desa Tanjung Putri sebanyak 10 unit. Kecamatan Pangkalan Lada meliputi Desa Pangkalan Durin, Pandu Sanjaya dan Pangkalan Tiga sebanyak 20 unit dan Kecamatan Arut Utara meliputi Desa Sungai Dau dan Desa Pandau, sebanyak 10 unit rumah.

"Bantuan ini untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal fakir miskin, melalui perbaikan atau rehabilitasi kondisi rumah tidak layak huni dengan prioritas atap, lantai, dan dinding serta fasilitas MCK," ungkapnya.

Program RS-Rutilahu beranggotakan 10 kepala keluarga untuk satu kelompok masyarakat miskin yang tinggal berdekatan, dan masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos, serta belum pernah mendapat bansos RS-Rutilahu, memiliki kartu identitas diri atau kartu keluarga dan rumah di atas tanah milik sendiri, dengan dibuktikan kepemilikan berupa sertifikat atau bukti kepemilikan lainnya, dari camat atau Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Bantuan ini bersifat stimulan sebesar Rp 15 Juta per unit, untuk pembelian bahan bangunan, dengan pola swadaya gotong royong untuk membangkitkan kesetiakawanan sosial di lingkungan masyarakat sekitarnya. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru