Kalimantan Tengah Juga Miliki Potensi MICE untuk Tarik Wisatawan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 26 Februari 2020 - 08:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengatakan bahwa Kalteng juga memiliki MICE atau Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions dalam sektor pariwisata.

"Pak Presiden menyatakan bahwa potensi MICE di Indonesia dinilai masih sangat besar, mengingat Indonesia memiliki atraksi wisata yang relatif menarik dan banyak baik itu alam maupun budaya dan atraksi di dalamnya. Meskipun sedang ada wabah corona, pak Presiden justru meminta kita untuk dapat ambil peluang. Kita setuju itu dan memang potensi MICE di Kalteng sangat mampu untuk menarik wisatawan," kata Guntur Talajan, Rabu, 26 Februari 2020.

Hal ini senada dengan ungkapan Presiden Joko Widodo, usai membahas tindak lanjut terhadap sejumlah langkah kebijakan yang telah diputuskan untuk menghadapi dampak virus korona terhadap perekonomian nasional.

"Saya juga minta agar memaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE, di daerah-daerah tersebut," kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa sektor pariwisata Indonesia juga harus mempromosikan diri dan menyasar wisatawan mancanegara yang batal berwisata ke negara-negara terjangkit wabah corona.

Turis asal Republik Rakyat Tiongkok atau RRT yang menjadi salah satu penyumbang wisman terbesar di Indonesia memang mengalami penurunan. Namun, Indonesia masih dapat memanfaatkan peluang untuk mencari wisatawan dari negara-negara lainnya.

"Juga ditingkatkan promosi yang menyasar pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi RRT, Korea, dan Jepang. Saya minta agar insentif dan upaya mendorong ekonomi ini dilakukan secara bersamaan dan saling dukung mendukung," tutur Presiden.

Dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu yang membahas peningkatan indeks daya saing pariwisata serta dampak wabah virus corona, pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) sebagai upaya untuk menggenjot pariwisata nasional.

"Untuk destinasi wisata ke mana, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik yang bisa nanti kita berikan juga minus 30 persen dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50 persen, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus corona," ucapnya saat itu. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru