Kunjungi KEK Sorong, Luhut Tagih Janji Pembangunan Smelter

  • Oleh Teras.id
  • 28 Februari 2020 - 13:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sorong, Papua Barat. Ada tiga titik di KEK Sorong yang dikunjungi Menko Luhut, yakni Kanal KEK Sorong, Pelabuhan KEK Sorong, serta Kantor Administrator KEK Sorong.

Dalam kunjungan kerja itu, Menko Luhut menyoroti pembangunan smelter yang tak kunjung terealisasi oleh perusahaan nikel yang menempati KEK Sorong. "Tiga tahun lalu saya dorong Antam untuk buat smelter di sini. Tapi saya tidak mengerti kenapa tidak jadi. Smelter ini akan terus saya dorong. Saya akan paksa ini jadi. Karena mereka janji," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Februari 2020.

Dalam kunjungan itu, Menko Luhut berdiskusi dengan kementerian/lembaga terkait serta pejabat lokal untuk menyelesaikan masalah dan kendala-kendala KEK Sorong. Luhut juga meminta agar perusahaan nikel yang menempati kawasan KEK Sorong turut membuat produk turunannya seperti stainless steel atau carbon steel hingga lithium battery.

Luhut meyakini, pembangunan yang tengah digenjot di Papua ini akan membuka lapangan kerja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat Papua.

"Kalau dua perusahaan saja masuk, dengan kita punya cadangan di sini, bisa kerja 30 ribu orang lebih. Nanti akan ada sekolah politeknik di sini seperti di Morowali. Mendidik anak-anak Papua untuk menggantikan pekerja-pekerja asing di sini," ujarnya.

Menurut dia, lima tahun ke depan dia harap itu jadi. Untuk itu, kata dia, harus dimulai cepat. "Saya akan telpon Dirut Antam. Saya panggil segera," kata Luhut.

Agar proyek pembangunan bisa berlangsung cepat, Luhut mengimbau agar seluruh pejabat lokal serta para pemangku kepentingan bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan di Papua. Ia meminta kedamaian harus ada, agar tidak bekerja dalam ketakutan.

Luhut juga minta pelabuhan dirapikan. Sampah, menurutnya harus dikelola dan mangrove tidak dipotong, karena memberi kontribusi kepada alam.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru