Pakar Ungkap Kapan Anak Membutuhkan Tindakan Endoskopi

  • Oleh Teras.id
  • 29 Februari 2020 - 14:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Endoskopi adalah tindakan nonbedah yang dilakukan untuk memeriksa kondisi saluran pencernaan. Ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung lentur dengan kamera dari mulut organ yang dituju.

Dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi hepatologi Frieda Handayani Kawanto mengatakan endoskopi tidak diwajibkan untuk setiap anak. Namun, ada kondisi tertentu yang membuatnya harus melewati tindakan ini.

Menurut Frieda, yang pertama adalah jika anak mengalami nyeri pada ulu hati berulang dan kronik. Terlebih, anak juga tidak responsif dengan pengobatan apapun.

“Dalam kondisi ini, dia harus dicek ada masalah apa di dalam pencernaannya,” katanya.

Selain itu, Frieda juga menjelaskan bahwa anak memiliki kebiasaan untuk memasukkan apapun ke mulutnya. Hal ini menyebabkan risiko koin, kelereng, atau benda apapun bisa ditelan oleh anak.

“Kalau seperti ini, mereka tidak perlu tindakan pembedahan, tapi cukup diambil lewat endoskopi saja,” ungkapnya.

Adapun, syarat yang wajib dilakukan anak sebelum endoskopi termasuk puasa beberapa jam sebelum tindakan medis dikerjakan. Orang tua juga harus memberikan informasi kepada dokter tentang riwayat kesehatan anak, seperti alergi dan penyakit penyerta lain.

“Tujuannya supaya dokter tidak salah memberi dan menggunakan obat,” jelasnya.

Frieda menjelaskan endoskopi memakan waktu yang cukup singkat, yakni 10-15 menit saja. Usai endoskopi, anak pun diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Tidak ada perlakuan khusus, sudah boleh melakukan semuanya secara normal,” tuturnya.

TERAS.ID

Berita Terbaru