Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Humbang Hasundutan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kementerian ESDM Akan Tuntaskan Jaringan Pipa Gas Sumatera-Jawa

  • Oleh Teras.id
  • 05 Maret 2020 - 08:15 WIB

TEMPO.CO, Bandung - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah lewat Kementeriannya akan menuntaskan penyambungan jaringan pipa gas yang akan menghubungkan Sumatera dan Jawa.

“Dari ujung Sumatera sampai Jawa Timur itu sudah jadi rencana kita untuk selesaikan pipanisasi,” kata dia saat berbicara dalam kuliah umum di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Rabu, 4 Maret 2020.

Arifin mengatakan, bagian dari rencana itu, belum lama sudah ditandatangani MOU untuk membangun jaringan pipa gas dari Cirebon menuju Semarang. “Baru MOU. Sekarang ini, MOU saya gebrak, kalau enggak jalan, tahu sendiri,”  kata dia.

Dia mengatakan, jaringan pipa gas dari Sumatera dan Jawa tinggal tersisa dua segmen untuk menuntaskan jaringan pipa yang menyambungkan dua pulau tersebut. “Kurangnya di Jawa Tengah, dan daerah Dumai sampai Blorong. Itu yang akan kita selesaikan,” kata dia,

Arifin mengatakan, penyambungan pipa jaringan gas dua pulau tersebut akan menjadi jaringan pipa untuk menyalurkan produksi gas dari kilang di Pemping, yang saat ini dalam kontrak untuk memasok kebutuhan gas Singapura. “Nantinya, selesai kontrak kita dengan Singapura, 2023, gasnya akan kita tarik ke dalam negeri, untuk kita. Seluruh gas yang sudah produksi selama ini dikirim ke Singapura,” kata dia.  


Menurut Arifin, pasokan gas lewat jaringan pipa Sumatera-Jawa tersebut diproyeksikan untuk memasok kebutuhan gas bagi industri dalam negeri. “Kita akan menghitung supllay-demmand dalam negeri sehingga kita bisa mengalokasikan kebutuhan dalam negeri, terutama untuk pupuk dan industri. Sehingga pipanisasi ini bisa menghemat dan mendukung industri bisa beroperasi jangka panjang,” kata dia.

Arifin mengatakan, pemerintah juga berencana  mengebut pembangunan jaringan gas kota. “Masyarakat juga butuh gas. Tapi kita masih sangat sedikit sambungannya. Kita punya program. Tahun 2019 nyambungnya cuma 74 ribu sambungan, tahun 2020 ini kita akan push nanti 4 kali lipat, dan kemudian 2024 kita upayakan untuk mencapai jumlah yang memadai,” kata dia.

Menurut dia, pengembangan jaringan gas kota ini diharapkan bisa menggantikan penggunaan gas elpiji. “Kalau kita bisa suplai gas ke masyarakat, konsumsi elpiji bisa dihapus,” kata dia.

Jaringan pipa gas Sumatera-Jawa tinggal menyisakan dua segmen agar bisa sepenuhnya tersambung. Pertama rute Sei Mangkei hingga Dumai sepanjang 347,5 kilometer, serta Cirebon-Semarang sepanjang 260 kilometer. (TERAS.ID)

Berita Terbaru