Corona, Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Genjot Stok Vitamin C

  • Oleh Teras.id
  • 03 April 2020 - 23:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Thohir meminta perusahaan farmasi pelat merah untuk segera menggeber pengadaan stok Vitamin C. Belakangan, permintaan produk vitamin itu memang meningkat di tengah mewabahnya virus Corona alias COVID-19 sehingga stok di pasaran sangat langka.

"Soal Vitamin C saya akan coba bicara dengan Kimia Farma atau Biofarma atau BUMN farmasi lain mengenai bagaimana kita bisa melakukan pengadaan," ujar Erick Thohir dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat, 3 April 2020.

Dalam rapat itu, Erick Thohir mengungkapkan bahwa bahan baku farmasi Indonesia saat ini memang banyak ditunjang melalui impor. Bahkan persentase bahan baku yang diimpor di sektor obat-obatan mencapai 90 persen. "Ke depan, PTPN bisa menjadi kunci bagaimana bisa balance bahan baku yang diperlukan untuk farmasi."

Persoalan Vitamin C sempat disinggung oleh anggota dewan dari Fraksi Golkar, Mukhtarudin. Ia menyebut bahwa BUMN Farmasi mesti mempersiapkan stok Vitamin C di pasaran lantaran pasokannya terbatas. Bahkan, ia mendorong adanya stimulus agar perusahaan farmasi pelat merah bisa melakukan pengadaan pasokan produk tersebut.

Dalam kesempatan terpisah Chief Compliance Officer (CCO) Jovee-Lifepack Abi Dwiaji Wicahyo mengatakan permintaan multivitamin memang naik hingga sepulu kali lipat sejak wabah coron meluas. Abi menuturkan produk yang paling banyak dicari lewat aplikasi personalisasi vitamin dan suplemen ini adalah Vitamin C. "Demand naik hingga sepuluh kali lipat daripada sebelumnya. Kenaikan terasa sejak awal Maret," ujar Abi kepada Tempo, Selasa, 31 Maret 2020.

Meski begitu, Abi mengatakan pasokan dari produsen saat ini masih terbatas dan butuh waktu yang cukup lama untuk pengiriman pasokan. Hal ini, ujar Abi, terjadi karena adanya lonjakan permintaan baik melalui website jovee.id atau pun platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan Jovee.

Sejak terjadi lonjakan permintaan vitamin dalam sebulan terakhir akibat wabah Covid-19, Abi mengatakan hal tersebut membuat Jovee lebih mengatur posisi kebutuhan barang sesuai dengan permintaan. Selain itu, kata Abi, Jovee juga terus membuka kerja sama dengan para distribusi utama produk supplemen.

TERAS.ID

Berita Terbaru