Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sorong Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Nasib Karyawan Perusahaan Kelapa Sawit Ini Alami Kecelakaan Kerja Hingga Kehilangan Kakinya

  • Oleh Abdul Gofur
  • 05 Mei 2020 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Usman (28), salah seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan sudah lebih setahun kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan kerja.

Sudah hampir tiga bulan ini, Usman berada di Kasongan menumpang di ruang operator PDAM Kabupaten Katingan. "Setelah kaki saya diamputasi awal tahun 2019 lalu, saya kemudian pulang ke Temanggung Jawa Tengah dan baru dua bulan di Kasongan untuk mengurus hak saya dari perusahaan," kata Usman.

Usman menceritakan mengapa dirinya sampai di Kasongan, karena sebelumnya diberi nomor telephone milik Direktur PDAM Katingan yang sebelumnya menjabat Ketua SPSI Katingan, Adiansyah.

"Sebelumnya saya tidak kenal dengan beliau (Adiansyah). Saya diberi nomor oleh teman, lalu saya telephone beliau untuk konsultasi masalah yang saya hadapi," kata Usman.

Menurut Usman, dirinya mengalami kecelakaan kerja saat dalam perjalanan menuju kebun kelapa sawit yang berada di daerah Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah pada Januari 2019 lalu.

"Saat itu, sepeda motor yang saya kemudikan menabrak lubang, sehingga saya terjatuh dan kaki saya keseleo," ungkapnya.

Namun saat itu pihak perusahaan menyarankan agar berobat secara tradisional. Kemudian, kaki Usman malah bertambah parah sehingga diamputasi di rumah sakit di Palangka Raya.

Setelah amputasi, tidak lama kemudian ia pulang ke Jawa dengan mendapatkan biaya Rp 18 juta dari pihak perusahaan.

"Saat itu pihak perusahaan meminta saya, kalau sudah setahun diminta datang ke perusahaan untuk mengurus hak saya," katanya.

Ia pun kemudian mengurusnya ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Katingan. Pada tanggal 13 Maret 2020 kemarin, surat tersebut diteruskan ke pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalteng.

"Tapi belum ada tindaklanjutnya sampai sekarang," tutur Usman. (ABDUL GOFUR/B-7)

Berita Terbaru