Editor Metro TV Disebut ke Dokter Spesialis Sebelum Akhiri Hidup

  • Oleh Teras.id
  • 25 Juli 2020 - 22:41 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari sebelum melakukan bunuh diri, editor Metro TV Yodi Prabowo sempat mengunjungi dokter Spesialis Kelamin dan Kulit di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Kedatangan Yodi ke sana, menurut polisi, untuk mengecek apakah dia positif HIV atau tidak.

"Ada beberapa pengecekkan atas kehendaknya sendiri, positif atau tidaknya HIV," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Juli 2020.

Tubagus mengatakan hasil tes tersebut sampai saat ini belum keluar, sehingga belum diketahui apakah Yodi mengidap HIV atau tidak.

"Konsultasi ke dokter kelamin apakah ada kaitannya (dengan bunuh diri) Sangat terkait, karena adanya depresi," katanya. 

Sebelumnya polisi telah melakukan penyelidikan kasus pembunuhan Yodi sejak 2 pekan yang lalu. Beberapa upaya telah dilakukan polisi seperti mengecek CCTV, mengecek sidik jari dan DNA di Puslabfor Mabes Polri, mengerahkan anjing pelacak, hingga memeriksa 34 saksi sudah dilakukan polisi.

Dari hasil pemeriksaan itu, polisi menyimpulkan Yodi positif bunuh diri dengan menikam dadanya sebanyak 4 kali dan leher sebanyak 2 kali. Sebanyak 3 tikaman di dada dan 1 di leher berjenis dangkal dan hanya sedalam 2 sentimeter.

Dari hasil pemeriksaan, editor Metro TV itu juga mengonsumsi narkotika amfetamin sebelum bunuh diri. Pengaruh depresi dan pengaruh narkotika amfetamin diduga menjadi penyebab Yodi bunuh diri.

"Berdasarkan psikologi forensik, setiap orang yang bunuh diri ada luka percobaan bunuh diri. Dalam kasus ini, luka dangkal itu (buktinya)," ujarnya.

Mayat Yodi Prabowo pertama kali ditemukan warga di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ditemukan oleh bocah di sekitar lokasi yang sedang bermain layangan. (TERAS.ID)

Berita Terbaru