Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Halmahera Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tidak Gengsi, Anak Wakil Bupati Barito Timur Bekerja di Kedai Teh Kaki Lima

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 11 Agustus 2020 - 18:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Umumnya anak pejabat identik dengan gaya hidup mewah serta bekerja atau berusaha dengan mengandalkan nama besar dan pengaruh dari orangtuanya.

Namun, cap seperti itu tidak berlaku bagi Sayyid Idrus, putra Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh. Sejak 6 bulan yang lalu, Idrus bekerja di Num Num, Kedai Thai Tea kaki lima milik temannya di Jalan Ahmad Yani RT 16 Kelurahan Tamiang Layang.

Saat dijumpai Borneonews di tempat kerjanya, Idrus tidak menunjukkan gaya sebagai anak seorang anak pejabat nomor dua di kabupaten Barito Timur.

Dengan kaos oblong warna biru tua dan sandal karet, seperti lazimnya seorang karyawan, Idrus cekatan meracik berbagai rasa thai tea, dia juga tampak ramah melayani setiap pembeli.

Hebatnya lagi, tidak sedikitpun tergambar pada raut wajahnya rasa minder atau malu dengan pekerjaan tersebut yang mungkin saja bagi sebagian kalangan dianggap rendah, apalagi untuk seorang anak wakil bupati.


Idrus yang bulan November nanti baru genap berusia 19 tahun, mengaku bahwa bekerja seperti ini dijalaninya karena keinginan sendiri serta bukan karena tuntutan kedua orangtuanya.

"Waktu tamat dari MAN Ampah tahun lalu saya juga bekerja di tempat cucian sepeda motor. Saya tidak malu kerja seperti ini karena abah (bapak) juga orangnya sederhana. Abah tidak pernah melarang saya kerja seperti ini," kisah Idris di sela-sela kesibukan melayani pembeli.

Meski cuma dia yang masih menjadi tanggungan orangtua namun Idrus tidak mau menjadikan itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan bersikap manja kepada orang tua.

Idrus yang memiliki impian untuk menjadi anggota Polri beralasan ingin memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang produktif sambil menunggu proses seleksi calon brigadir polisi.

"Lumayan, uang upah saya bisa untuk fotocopy berkas mendaftar masuk polisi jadi tidak perlu minta kepada orang tua," ujarnya.

Berita Terbaru