Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Banyuwangi Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Singkong Cocok untuk Ketahanan Pangan Lokal Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 02 September 2020 - 14:15 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Berson, mengunggulkan ubi kayu atau singkong dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus sebagai sumber ketahanan pangan saat pandemi covid-19 di Barito Timur.

"Singkong adalah salah satu bahan pangan lokal yang paling cocok dikembangkan di Kabupaten Barito Timur," kata Berson di kantornya Rabu, 2 September 2020.

Dia menjelaskan, tanaman singkong telah dikenal sejak zaman nenek moyang, sehingga bahan pangan ini tidak asing lagi bagi masyarakat setempat.

"Selain itu, jarang ditemukan penyakit pada tanaman singkong, kalau pun ada hama biasanya babi hutan dan kera, namun saat ini populasi hama babi hutan maupun kera sudah sangat jarang," jelas Berson.

Menurutnya, sebagai budidaya usaha tani, peluang usaha singkong cukup menjanjikan karena hasil panen dapat mencapai 50-70 ton per hektare.


"Jenis singkongnya juga beragam sehingga petani dapat memilih usia panen 3, 4,6 atau 9 bulan," imbuhnya.

Melihat harga karet yang terus berfluktuasi dan cenderung rendah, Berson menyarankan agar petani melakukan diversifikasi budidaya pertanian.

"Saat ini 16.001 petani karet di Barito Timur, untuk mendukung ketahanan pangan lokal harus melakukan diversifikasi dengan menanam bahan pangan selain padi," kata Berson.

Namun untuk budidaya usaha tani singkong, lanjut Berson, pemerintah perlu membantu pemasaran hasil panen singkong tersebut jika sudah melebihi kebutuhan lokal. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru