Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bangka Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Operasi Yustisi di Murung Raya Jaring 538 Pelanggar

  • Oleh Trisno
  • 17 November 2020 - 07:00 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Operasi Yustisi yang digelar tim gabungan dalam rangka penegakan disiplin prokol ke sehatan di Kabupaten Murung Raya terus gencar dilakukan di sejumlah lokasi khususnya di dalam Kota Puruk Cahu.

Dimana sampai saat ini, sudah ada 538 orang pelanggar yang terjaring operasi yang dikoordinatori oleh Satpol PP Kabupaten Mura dan diback up unsur Kepolisian dan TNI tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Satpol PP Mura, Iskandar bahwa sampai saat ini masih ada warga yang kedaptan melanggar protocol kesehatan khususnya tidak menggunakan masker saat bepergian keluar rumah sehingga dijaring oleh petugas yang menggelar operasi dilapangan.

Dirincikan sebanyak 538 pelanggar tersebut seluruhnya karena tidak menggunakan masker, dan sebanyak 80 orang memilih sanksi denda administrasi dan 458 orang memlih untuk melaksanakan kerja sosial.

Dijelaskan bahwa pelaksanaan operasi yustisi terus akan dilakukan di beberapa tempat, namun dijadwalkan digelar hingga desember mendatang.  Namun jelasnya diperkirakan akan terus dilanjutkan di tahun depan tergantung dari kebijakan yang diambil ole Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mura.

Terkait apakah nanti peraturan bupati terkait itu akan dinaikan statusnya menjadi Perda, Iskandar menerangkan bahwa hal itu mungkin akan dilakukan meliihat dari kondisi Pandemi yang belum ada tanda tanda akan berakhir.

Namun terangnya, entah itu masih menggunakan Perbup atau nanti menjadi Perda, tim operasi yustisi akan terus bergerak dengan dasar hukum yang ada. Karena dirinya melihat perlu usaha keras dan sosialisasi yang panjjang untuk benar enar menyadarkan masyarakat untuk disiplin terhadap protocol kesehatan.

Dirinya mengatakan bahwa kedepan akan menggelat operasi tidak hanya di Kota Puruk Cahu, namun juga beberapa ibu kota Kecamatan lainnya, seperti di Laung Tuhup dan Tanah sSiang yang penyebaran Covid-19 nya cukup tinggi termasuk kesadaran masyarakat yang masih kurang. (Trs)

Berita Terbaru