Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pohuwato Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tim Gabungan akan Tentukan Pencarian Jenazah Penambang Dilanjutkan Atau Dihentikan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 22 November 2020 - 03:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Stakeholder yang terlibat dalam pencarian jenazah penambang emas yang tewas di lubang tambang di daerah Sungai Seribu, RT 06, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal menggelar rapat untuk menentukan apakah proses pencarian korban akan dilanjutkan atau tidak.

Wakil Bupati (Wabup) Kobar Ahmadi Riansyah di TKP mengatakan melihat kondisi yang ada dilapangan selama pencarian korban, akan dibahas dalam rapat yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kobar, sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tadi berdasarkan informasi yang kami dapatkan, kemudian memperhatikan pertimbangan teknis dalam hal evakuasi 7 jenazah yang masih di dalam lubang tambang, terdapat berbagai kesulitan yang berpotensi membahayakan petugas evakuasi," jelas Wabup, Sabtu, 21 November 2020.

Menurut Wabup, berbagai kendala yang ditemui di lapangan akan dibahas dalam rapat tersebut.

"Apapun hasil rapat tersebut akan disampaikan dalam pers rilis yang digelar, Minggu, 22 November 2020," jelas Wabup.

Seperti diberitakan, sekitar 10 penambang emas yaitu Yuda (24 tahun) warga Kecamatan Salopa dan Rana Solihat (21) warga Kecamatan Cikeusal dan Nurhidayat (26) sudah dievakuasi Jumat, 20 November 2020.

Kemudian 7 jenazah penambang lainnya, yaitu Tatan (30 tahun), Muharom (22), Reza (20), Susan (25), Bayu (25), Dian (26) dan Mukadir (47) masih belum bisa dievakuasi akibat sulitnya kondisi pencarian dalam lubang tambang. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru