Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Blora Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

India Tahan 75 Orang di Kashmir Usai Pemilu Daerah

  • Oleh ANTARA
  • 26 Desember 2020 - 21:41 WIB

BORNEONEWS, Srinagar - Pemerintah India menahan sedikitnya 75 pemimpin politik dan aktivis Kashmir untuk mencegah kericuhan politis setelah suatu aliansi partai di wilayah itu memenangkan pemilu setempat, menurut sejumlah pejabat dan satu petugas kepolisian, Sabtu 26 Desember 2020.

Pemilihan Dewan Distrik, yang selesai dilaksanakan pada awal pekan ini, merupakan pemilihan pertama yang diselenggarakan sejak pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mencabut status khusus Kashmir pada tahun lalu.

New Delhi kemudian mengambil tindakan keras terhadap oposisi serta menangkap ratusan orang di wilayah berpenduduk mayoritas Muslim itu untuk mencegah aksi protes dan kerusuhan.

Sementara penahanan terbaru ini, termasuk terhadap para pemimpin separatis dan anggota kelompok terlarang Jamat-e-Islami, dilakukan sebagai penahanan preventif, kata seorang pejabat senior kepolisian yang minta tak dibuka identitasnya.

India dan Pakistan berselisih atas klaim masing-masing terhadap seluruh wilayah Kashmir sejak pembagian wilayah India bekas jajahan Inggris menjadi Pakistan yang mayoritas Muslim dan India dengan mayoritas Hindu pada 1947.

Dua dari tiga perang yang berlangsung antara kedua belah pihak terjadi atas wilayah Kashmir. Sementara Imran Nabi Dar, Juru Bicara Konferensi Nasional partai regional dan anggota kunci aliansi di Kashmir, menyebut penahanan tersebut meremehkan suara rakyat.

Kemenangan aliansi partai menunjukkan warga Kashmir tidak menerima keputusan Modi untuk mengakhiri status khusus wilayah itu, kata Omar Abdullah, mantan ketua menteri dan kepala Konferensi Nasional.

Setelah pembebasan dari penahanan, Abdullah dan Mehbooba Mufti, ketua Partai Demokrat Rakyat Jammu dan Kashmir, pada Oktober mengumumkan partai mereka, untuk mengupayakan restorasi otonomi secara damai di Kashmir.

ANTARA

Berita Terbaru