Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. OKU Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bisakah PSG Membalas Kekalahan dari Bayern

  • Oleh ANTARA
  • 07 April 2021 - 12:51 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Paris Saint-Germain berusaha menuntut balas atas kekalahan pada final musim lalu ketika mereka bertemu lagi dengan Bayern Muenchen dalam laga delapan besar Liga Champions pekan ini.

Tetapi raksasa Prancis itu tampaknya sudah mengalami kemunduran meskipun Mauricio Pochettino datang melatih mereka. Kabar absennya Robert Lewandowski untuk laga leg pertama perempat final di Allianz Arena, Kamis dini hari lusa itu disambut gembira di Paris, terutama muncul seiring dengan bugarnya lagi Neymar setelah lama absen.

Tetapi PSG ternyata tak terlalu membutuhkan Neymar ketika membabat Barcelona 4-1 pada 16 Besar. Marco Verratti saat itu sudah bermain lagi dan absennya playmaker asal Italia itu di Muenchen nanti setelah positif Covid-19 bisa menciptakan masalah besar bagi Pochettino.

Mantan kapten PSG yang asal Argentina itu ditunjuk oleh klub milik Qatar tersebut Januari silam dengan misi sulit, melangkah leih baik dari yang dicapai pendahulunya, Thomas Tuchel. Di bawah asuhan Tuchel, tim kota Paris itu memenangi setiap trofi domestik di Prancis musim lalu sebelum mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Dalam beberapa hal, PSG menghadapi tekanan lebih hebat pada saat ini ketimbang ketika kalah 0-1 melawan Bayern di Lisbon Agustus tahun lalu.

Melaju ke final kompetisi klub elit Eropa ini adalah sungguh kemajuan besar, tetapi jika tersingkir pada perempat final nanti bakal menjadi kemunduran besar bagi PSG dan Pochettino, apalagi mereka saat ini dalam posisi tertinggal pada puncak klasemen Ligue 1 Prancis.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu berkata kepada AFP bulan lalu bahwa dia membutuhkan waktu untuk menunjukkan kemampuannya di Parc des Princes dan bahwa dia tak akan bisa membuat perubahan yang dia inginkan sampai pramusim berikutnya.

Pria berusia 49 tahun yang pernah kalah 2-7 melawan Bayern dalam salah satu laga terakhirnya bersama Spurs itu berusaha menekankan hal tersebut akhir pekan lalu dengan berkata kepada Le Parisien:

"Anda boleh menghakimi saya mulai musim depan." Dia menambahkan: "Seandainya kami menjuarai Liga Champions atau Piala Prancis atau Ligue 1, pengaruh kami pasti minimal. Sama halnya seandainya kami tak menjuarai apa pun. Ini terutama tergantung kepada pemain. "

Dari skuad yang menjadi starter dalam final musim lalu, hanya kapten Thiago Silva yang hengkang, sedangkan Eric Maxim Choupo-Moting yang masuk dari bangku cadangan sudah pindah ke Bayern. Namun dia digantikan oleh Moise Kean dan pemain Italia itu merupakan peningkatan bagi PSG karena telah menyumbangkan 15 gol, termasuk tiga gol dalam Liga Champions.

Berita Terbaru