Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Musirawas Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kasus KDRT di Pulang Pisau

  • Oleh Denny Saputra Octora Jaya
  • 09 April 2021 - 03:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pandemi covid-19 berimbas terhadap banyak faktor seperti kesehatan, pendidikan, pembangunan, hingga perekonomian. Bahkan, hal tersebut juga menyebabkan peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Pulang Pisau.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau, Bawa Budi Raharja, Kamis, 8 April 2021 mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil survey.

"Permasalahan rumah tangga warga yang berpenghasilan rendah begitu polemik, dengan rata-rata disebabkan oleh kehilangan pekerjaan, kekurangan hasil dari mata pencaharian, serta ketidakmampuan untuk mempertahankan usaha mikro," katanya.

"Faktor ekonomi sudah menjadi masalah yang masuk dalam 5 besar penyebab keretakan dalam rumah tangga, jadi bukan hanya kekerasan yang terjadi, bahkan ada yang tega sampai menghilangkan nyawa keluargnya akibat tak sanggup menanggung beban hidup," sambung dia.

Dia menambahkan, hal tersebut berimbas terhadap tumbuh kembang anak di Pulang Pusau.

"Beberapa program memang sempat mandeg akibat recofusing anggaran untuk penanganan covid-19. Sampai awal tahun 2021 ini masih terasa bahwa perekonomian kita masih tertaih-tatih dalam memulihkannya kembali," ucapnya.

Dia berharap setelah masuk Triwulan I Tahun Anggaran 2021 ini BP3AP2KB Pulpis dapat melaksanakan program kegiatan seperti Bimbingan Pemberdayaan Perempuan dalam menjalankan rumah tangganya, sehingga bukan hanya jumlah penduduk yang terkendali namun juga mampu menjadi dasar rumah tangga yang kuat dan jauh dari KDRT.

"Memang sebaiknya bukan hanya pemerintah yang berupaya untuk mengurangi kasus KDRT yang terjadi di wilayah Pulang Pisau, namun juga tanpa kesadaran yang tinggi dari masyarakat," pungkasnya. (DENNY/B-11)

Berita Terbaru