Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Grobongan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jepang Perpanjang Darurat COVID-19 Hingga Sebulan Jelang Olimpiade

  • Oleh ANTARA
  • 28 Mei 2021 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Jepang akan memperpanjang keadaan darurat virus corona di Tokyo dan daerah lain, Jumat, hingga satu bulan sebelum Olimpiade, langkah yang kemungkinan akan memicu kekhawatiran tentang apakah Olimpiade dapat diadakan dengan aman.

Tokyo dan sembilan wilayah lain di negara itu saat ini berada di bawah perintah darurat yang sebagian besar melibatkan penutupan bar dan restoran lebih awal dan melarang mereka menjual alkohol.

Keadaan darurat tersebut seharusnya berakhir pada akhir Mei, namun pemerintah Jepang saat ini mengatakan perlu lebih banyak waktu untuk mengendalikan gelombang keempat infeksi virus corona.

Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat, menurut Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas penanggulangan virus corona.

"Mempertimbangkan situasi ini, kami yakin perlu untuk memperpanjang keadaan darurat," ujar Nishimura, dikutip dari AFP, Jumat.

Panel penasihat pemerintah menyetujui perpanjangan hingga 20 Juni, kurang lebih satu bulan sebelum Olimpiade, yang telah setahun ditunda karena pandemi, dimulai pada 23 Juli.


Langkah tersebut dilakukan karena publik Jepang masih sangat menentang penyelenggaraan Olimpiade. Dalam beberapa pekan terakhir, pengusaha terkemuka hingga surat kabar yang mensponsori Olimpiade menyerukan agar acara tersebut dibatalkan.

Namun, penyelenggara dan pejabat Jepang mengatakan Olimpiade akan terus berlanjut, dengan tetap mengikuti buku pedoman yang mengatur protokol keamanan.

Ketegangan Olimpiade

Ketua Persatuan Dokter Jepang, Naoto Ueyama, memperingatkan Olimpiade dapat memunculkan "jenis baru virus corona Olimpiade Tokyo" dan mendesak pembatalan untuk mencegah "bencana."

Kepala Asosiasi Medis Tokyo, Haruo Ozaki, organisasi dengan lebih dari 20.000 anggota, mengatakan penyelenggara "minimal" harus melarang kehadiran penonton.

Penonton dari luar negeri telah dilarang, dan keputusan penonton domestik diharapkan diumumkan akhir bulan depan.

Dalam keadaan darurat saat ini, tempat olahraga di Jepang diizinkan untuk menampung 5.000 penonton atau kapasitas 50 persen.

Berita Terbaru