Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kendal Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Warga Bagendang Resah Akibat Tumpahan CPO

  • Oleh Naco
  • 16 Agustus 2021 - 19:15 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Warga yang tinggal di sekitar pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, dibuat resah dengan pencemaran yang terjadi di perairan Mentaya.

Bahkan, warga secara langsung telah mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Kotawaringin Timur, Senin, 16 Agustus 2021.

Warga datang langsung ke Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur, dan wakil rakyat itu menerima keluhan warga terkait tercemarnya Sungai Mentaya oleh cairan yang diduga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

"Saya menerima keluhan dari warga Desa Bagendang Hulu. CPO masih ditemukan dan cukup mengganggu masyarakat yang beraktivitas di sungai," kata Rudianur.

Rudianur menduga CPO tersebut sisa kebocoran CPO dari sebuah tongkang di perairan depan Pelabuhan Bagendang pada Sabtu, 7 Agustus 2021 lalu. 

Saat itu, Rudianur melihat sendiri dan dia menjadi orang pertama yang mengungkap masalah itu hingga menjadi perhatian banyak pihak.

CPO merembes dari lambung tongkang yang mengalami keretakan. Akibatnya CPO hanyut dan mencemari perairan kawasan tersebut.

Politisi Partai Golkar ini menduga pembersihan CPO yang sempat merembes ke sungai oleh perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian itu, tidak benar-benar bersih.

Akibatnya, CPO masih banyak ditemukan mengambang di sungai dan pinggir sungai. Keberadaan cairan berminyak berwarna kuning kemerahan itu cukup mengganggu saat masyarakat beraktivitas di sungai.

Rudianur sangat menyayangkan kondisi ini. Kebocoran CPO akibat kelalaian perusahaan telah mengganggu aktivitas masyarakat yang mengandalkan Sungai Mentaya untuk aktivitas sehari-hari.

Berita Terbaru