Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Ngada Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Cegah Praktik Prostitusi Online, Barakan Didata

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 29 Desember 2021 - 21:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah barakan di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dilakukan pendataan oleh tim terpadu, guna mengantisipasi penyalahgunaan tempat tersebut untuk praktik prostitusi online.

Tim terpadu cipta kondisi yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Ketua Lingkungan setempat (RT), serta pemerintah Kelurahan Madurejo menggelar pendataan barakan, jadi selain antisipasi naralan dijadikan tempat prostitusi, juga menindaklanjuti surat edaran Bupati Kotawaringin Barat Nomor 300/1227/Kesbang.1/2021 tentang keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diinformasikan, ada dua pasangan yang tanpa dilandasi ikatan perkawinan yang sah, telah terjaring saat kegiatan pemeriksaan dan pendataan penghuni barakan dan rumah sewa di lingkungan Kelurahan Madurejo, pada Selasa, 28 Desember 2021 kemarin.

Lurah Madurejo, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar Deni Januar menyampaikan, menindaklanjuti surat edaran Bupati Kobar, dilaksanakan pendataan ke sejumlah barakan dan rumah sewa di Kelurahan Madurejo bersama Polres Kobar, TNI dan diketahui oleh RT setempat.

Tim terpadu melaksanakan pendataan di barakan yang berada di RT 02, RT 07, RT 13, RT 17 dan RT 20 Kelurahan Madurejo.

"Pemeriksaan dan pendataan barakan dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang tahun baru dan menindaklanjuti surat edaran bupati," ujarnya, Rabu, 29 Desember 2021.

Deni Januar menerangkan, untuk sementara ini belum semua barakan dilakukan pendataan, baru dibarakan yang dicurigai menjadi tempat prostitusi online, dan pendataan di barakan atas permintaan ketua lingkungan.

"Dalam kegiatan yang dilaksanakan ada 5 barakan yang disasar kepolisian bersama tiga pilar, dan ada dua pasangan yang ditemukan tinggal bersama dan belum ada ikatan perkawinan. Dua pasangan tersebut kemudian dibawa ke Polsek Arsel untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.

Ia menegaskan dilingkungannya hingga saat ini belum ada indikasi adanya pendatang gelap, rata-rata mereka yang tinggal di barakan mempunyai identitas, namun domisilinya bukan di wilayah Kobar.

"Rata-rata identitas ada aja, cuma mungkin belum ganti domisilinya dan ada yang karena sekolah, merantau dan bekerja," ungkapnya.

Berita Terbaru