Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Serdang Bedagai Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menunggu Taliban Memenuhi Hak Perempuan Afghanistan

  • Oleh ANTARA
  • 01 Januari 2022 - 17:50 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Ketika Taliban pada 15 Agustus  2021 merebut kekuasaan di Afghanistan dari pemerintahan dukungan Barat, perempuan adalah salah satu kalangan yang nasibnya sangat dikhawatirkan.

Betapa tidak, selama dulu Taliban berkuasa di Afghanistan dari 1996 hingga 2001, perempuan mengalami aturan garis keras yang dianut Taliban.

Kelompok penguasa itu melarang perempuan pergi ke sekolah, bekerja, dan berada di tempat publik.

Perempuan dilarang keluar rumah tanpa didampingi pria kerabat mereka dan jika tanpa mengenakan burkak.

Taliban juga tidak membolehkan anak-anak perempuan mendapat pendidikan.

Sekarang, ketakutan banyak pihak di dalam dan luar negeri adalah Taliban dalam menjalankan kekuasaan kali ini akan kembali mengekang hak-hak perempuan sebagai manusia, termasuk menyangkut pendidikan dan hak untuk bekerja.

Setelah mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus, Taliban terus ditekan masyarakat internasional --yang telah membekukan dana miliaran dolar bagi Afghanistan-- agar menjunjung tinggi hak-hak perempuan.

Banyak negara sudah mewanti-wanti bahwa mereka tidak akan mau mengakui pemerintahan Afghanistan pimpinan Taliban jika kelompok itu tidak menghormati hak-hak perempuan dan kalangan minoritas.

Taliban mau tidak mau tidak bisa berpaling dari tekanan itu karena pemerintahan yang dibentuknya menghadapi krisis parah di berbagai bidang sehingga membutuhkan bantuan internasional.

Penarikan bantuan asing secara tiba-tiba setelah Taliban berkuasa mendorong ekonomi Afghanistan, yang sudah rapuh, hampir runtuh. Jutaan orang menganggur. Sistem perbankan hanya berfungsi sebagian.

Berita Terbaru