Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Musirawas Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Lalu Lintas Kapal Besar Masih Terganggu Pendangkalan Sungai Mentaya

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 14 April 2022 - 17:21 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pendangkalan alur Sungai Mentaya masih menjadi momok kelancaran lalu lintas kapal besar yang masuk ke Kotawaringin Timur. Pasalnya hingga kini alur Sungai Mentaya belum juga dikeruk. 

"Semakin tahun semakin dangkal. Kalau tidak dikeruk, beberapa tahun lagi kapal besar seperti punya kami tak akan bisa masuk," ungkap Kepala Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit, Muhammad Jabir. 

Diakui Muhammad Jabir, kedatangan maupun keberangkatan kapal, terutama armada Pelni masih sangat tergantung pasang surut Sungai Mentaya. Bahkan bila air surut, kapal bisa bermalam-malam berlabuh di muara, sebelum masuk dan sandar di Pelabuhan Sampit. 

"Padahal untuk masuk saja dari muara hingga dermaga pelabuhan kapal memerlukan waktu sekitar 4 jam," imbuhnya. 

Saat ini kapal bisa Sungai Mentaya masuk hanya yang berkapasitas 2.500 sampai 3.000 ton. Itu pun sering kandas. Apabila dikeruk, kapal dengan muatan 15.000 hingga 20.000 ton bisa masuk dengan lancar.

Menurut Muhammad Jabir, dengan dikeruknya alur Sungai Mentaya nanti akan memperlancar lalu lintas kapal. Tidak hanya kapal penumpang namun juga kapal lainnya seperti kapal kargo dan peti kemas. 

"Tentu saja nanti akan berdampak baik bagi perekonomian di Kotawaringin Timur. Karena distribusi barang juga akan lancar setiap saat," katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)

Berita Terbaru