Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Majene Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Efek Replanting Jadi Penyebab Banjir di Kobar

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 01 Juli 2022 - 22:41 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat menyatakan ada beberapa penyebab banjir di wilayahnya, Jumat 30 Juni 2022. Salah satunya akibat efek Replanting Sawit.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni dalam laporannya berdasarkan hasil Groundcek Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dapat disimpulkan setidaknya ada 3 penyebab banjir.

"Penyebabnya pertama, curah hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang, kemudian drainase yang dangkal dipenuhi dengan sampah, serta tanaman air seperti encek gondok dan Efek Replanting," ujarnya dalam laporannya yang diterima tim Borneonews, Jumat 1 Juli 2022.

Banjir terjadi di lima kecamatan yaitu Kecamatan Arut Selatan, Arut Utara, Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng dan Kotawaringin Lama.

Di Kecamatan Arut Selatan, banjir terjadi di RT 17, Kelurahan Sidorejo, meliputi, lingkungan Gang Siput, lingkungan Gang Bekicot, lingkungan Gang Keong dan lingkungan Gang Prima.

Kemudian, di Kecamatan Arut Utara, terjadi di Rt 04 Kelurahan Pangkut. Serta Kecamatan Kotawaringin Lama, banjir menggenangi akses jalan lintas Pangkalanbun-Kotawaringin lama Km 30.

Untuk wilayah Kecamatan Pangkalan Lada, banjir terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 40, di Desa Pandu Sanjaya ada 3 Rt dan juga ambruknya Jembatan penghubung antar RT 4 dan RT 22.

Selanjutnya, wilayah wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng, banjir terjadi di Desa Sungai Hijau, Dusun I, melanda lima Rt, dan Dusun II satu Rt.

"Akses Jalan Aspec penghubung di jembatan Km 24 jebol, kemudian di Semanggang, tepatnya akses Jalan lintas di jembatan A'liong direncanakan banjir," tuturnya.

Untuk Jalan Aspec pasca kejadian langsung dilakukan perbaikan oleh PT. Korintiga Hutani. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru