Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Mamuju Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pascaevaluasi Tenaga Kontrak, Sekolah di Pelosok Kotim Terancam Tutup

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 01 Juli 2022 - 20:55 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pascaevaluasi tenaga kontrak di Kabupaten Kotawaringin Timur, sekolah di pelosok daerah itu terancam tutup. Pasalnya, banyak guru berstatus kontrak yang bertugas di sekolah itu tidak lulus dalam evaluasi hingga akhirnya tidak diperpanjang kontraknya. 

"Di sekolah kami banyak guru merupakan tenaga kontrak, hanya beberapa yang berstatus aparatur sipil negara, mana sanggup mereka mengajar semua kelas," ungkap salah seorang guru saat menghadiri rapat internal di Sekretariat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotim, Jumat sore, 1 Juli 2022. 

Membuat para guru tenaga kontrak sakit hati bukan hanya karena tidak lulus tes evaluasi tenaga kontrak. Melainkan juga ada peserta baru yamg justru bukan tenaga kontrak mengikuti tes dan dinyatakan lulus. 

"Masyarakat umum juga tahu, bahwa ada yang bukan tenaga kontrak ikut tes evaluasi. Berarti ini bukan evaluasi tetapi merekrut tenaga kontrak baru," kata pria yang enggan menyebutkan namanya itu. 

Para guru tenaga kontrak menyayangkan hal tersebut terjadi. Apalagi sebagian besar yang mengandalkan tenaga kontrak itu adalah guru yang berada di wilayah pelosok seperti di wilayah Utara Kotim. 

Menyikapi ini, PGRI Kotim mengumpulkan pengurus PGRI setiap kecamatan dan sejumlah guru tenaga kontrak untuk mencari solusi agar permasalahan pemutusan kontrak ini. 

"Pada intinya kami menitikberatkan kepada masalah setelah evaluasi  bagaimana solusinya. Harapan kami nanti guru-guru kita itu masih bisa diakomodasi melalui kebijakan sekolah, agar  bisa mengajar kembali dengan honor dari sekolah," kata Ketua PGRI Kotim, Suparmadi. 

Suparmadi mendorong ini agar menjadi solusi. Menurutnya hal ini bisa saja terhadap dengan anggaran dari Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda). 

"Jadi anggota PGRI yang tidak lolos evaluasi tekon bisa dibiayai dan menjadi tenaga honorer sekolah, harapan kami seperti itu," katanya.

Evaluasi tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) telah dilaksanakan. Sebanyak 1.000 lebih tekon yang tidak lolos dan harus diberhentikan. Termasuk di antaranya guru kontrak yang mengabdi di setiap sekolah di Kotim. (USAY NOR RAHMAD/B-5)

Berita Terbaru