Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Solok Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Petani Sawit Minta Solusi kepada Bupati Lamandau

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 13 Juli 2022 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebagian besar para petani kelapa sawit di Kabupaten Lamandau semakin terpuruk. Saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, anjlok. Sebagian pabrik kelapa sawit (PKS) tak membeli TBS milik petani swadaya.

Dalam upaya menanggapi keresahan masyarakat akibat persoalan tersebut, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Lamandau menemui Bupati Hendra Lesmana, Rabu 13 Juli 2022.

Setelah mendengar keluhan sejumlah anggota dan pengurus Apkasindo, Bupati Hendra mengaku akan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Sebagai bahan untuk leporan ke Pemprov dan pemerintah pusat,” ungkapnya.Pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada perbankan untuk memberikan relaksasi atau penundaan angsuran pinjaman kepada sejumlah petani sawit di wilayahnya.

“Banyak warga Kabupaten Lamandau yang bekerja di sektor perkebunan sawit, tentu persoalan terkait sawit ini akan menjadi perhatian,” ujarnya.

Ketua DPD Apkasindo Lamandau, Mesriadi mengatakan tak bisa dimungkiri Kabupaten Lamandau merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Kebanyakan matapencaharian masyarakatnya bergantung hasil kelapa sawit.

“Apkasindo sebagai wadah bagi para petani sawit akan merespon keresahan masyarakat, khususnya petani sawit akibat harga TBS yang memprihatinkan, Kita menghadap bupati untuk berkoordinasi guna mencari solusi mengatasi hal tersebut,” katanya.

Pada pertemuan itu pihaknya memohon dukungan pemerintah daerah agar pabrik kelapa sawit di Lamandau dapat mengutamakan penerimaan buah petani sawit.

“Kita bersyukur Bupati mendukung penuh, bahkan dalam waktu dekat rencananya akan melibatkan Apkasindo dalam rakor bersama Presiden RI di Jakarta,” ujarnya.

Dia menyebut Apkasindo telah mengikuti kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Lamandau serta melakukan audensi dengan Komisi IV DPR RI.

“Melalui kegiatan tersebut kita mendorong agar pemerintah pusat melakukan pengurangan pajak ekspor dan mengajukan penambahan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-6)

Berita Terbaru